Jumat, 18 Februari 2011

Pengantin Kecilku ( 6 )

"mel"
ciuman irwan kepipiku membuyarkan lamunanku
"kok diem aja ngelamunin apa sich?"tanyanya sambil memasukkan suapan nasi terakhir
mataku mengerjap memperhatikannya

kemudian mataku beralih pada piring yang berada di atas meja, telahpun kosong tak tersisa
inil  adalah hidangan pertama yang kusajikan untuknya, dan kiranya masakkanku pun sudah lulus uji coba dilidahnya
"enak mel, ga jauh beda dengan rasa masakan  mama"
"lihat ga ada ada sedikitpun yang ku sisakan"
"kan menantu mama"
sahut mama irwan  dari balik pintu, kemudian ikut duduk mengambil tempat disampingku
"udah cantik ,pinter masak, beruntung mel anakku mendapatkanmu"puji mama dengan senyum padaku
"akh,mama terlalu berlebihan"sahutku santun


"mel,"
 tangan mama lembut mengusap tanganku,garis wajah yang mencerminkan kebijaksanaan seorang bunda
mata teduhnya, menularkan ketentraman padaku,
beruntunglah irwan karna memiliki seorang mama sepertinya
penuh kasih dan teramat sabar

"mama, percaya irwan mendapatkan calon istri yang pas" ucapnya kemudian
aku memandang mama begitu lama, mencerna kata katanya , tentang calon istri untuk anak kesanyangannya
kurang lelih kriteria itu banyak  terdapat padaku ,begitu tuturnya padaku beberapa hari yang lalu ketika ,waktu itu aku menyempatkan diri menemani nya menghadiri arisan  keluarga besarnya

"melati, calon istrinya irwan"
begitulah  dengan bangga  dan yakin mama memperkenalkan nama dan statusku
pada sanak saudaranya yang kebetulan asing dengan keberadaanku diacara itu

"kapan, mantunya mbakyu"?tanya salah satu wanita yang kutahu adalah tante bagi irwan
"yach berdoa saja, pinginya sich secepatnya , tapi ya semua tergantung pada anak anak kapan maunya, orang tua kan cuma kebo manut sungu"

"ya, secepatnya aja mbakyu, biar irwan ada yang ngurusi ,selain mamanya , seneng loh mbak nimang cucu "
mama hanya mesem , mengandeng tanganku
sejak itu akupun lebih berhati hati ,ada pengharapan orang orang tua akan kelangsungan hubungan kami

"mama akan sangat berbahagia jika kau bersedia menjadi
istri anakku, hari ini secara langsung mama memintamu mel"

detik ini pula , aku baru menyadari tentang keseriusan menjalin sebuah hubungan,
jantungku berdegup tak beraturan,
demi mengeja kata kata mama barusan, memintaku untuk irwan,menjadi istrinya dan bagian dari keluarga besarnya 

"sebuah perjalanan cinta yang kurasakan luar biasa,
bagaimana awal awalnya aku gamang bahkan tak yakin untuk sampai pada tahap seperti ini

jatuh bangun mewarnarnai hubungan kami ,pendewasaanku dan irwanpun telah teruji

kisah kasih yang tak pernah berjalan mulus,
bahkan sebelum sempat sampai pada sekarang ,hubungan kami sempat mati , bahkan irwan pernah melontarkan sesebuah ungkapan kekecewaannya yang teramat dalam

sore itu irwan tak ingin lagi mengenalku, bahkan berniat menguburkan namaku dalam dalam
sesal sempat menghimpitku , karna aku telah menghadirkan sebentuk luka, yang kufikir teramat kecil ,tapi catu itu membentuk lubang besar  dihatinya
tak kusangka irwan begitu terluka dengan keputusanku yang tiba tiba .

menjauh bahkan meninggalkanya
,asal asalan menyikapi semua sikap dan perlakuannya padaku
dan  karna semua itu tak disisakan nya lagi maafnya buatku, bahkan kesempatan untuk merubahnya menjadi persahabatan
irwan terlanjur membeku

detik itu resmi  palu terketuk untukku
"lupakan aku , dan anggap saja kita tak pernah saling kenal"
tegasnya dengan sorot mata terluka

dan aku tak sanggup lagi melunakkannya dengan tegurku
percuma penjelasan tak akan memutar keadaan,

"semudah itu kau hancurkan mimpimku, teruskan mel kejarlah mimpimu yang mungkin tak bisa kau raih kala bersamaku"!
"saat ini aku membencimu mel"

bisiknya sebelum benar benar menjauh

"maafkan irwan" hanya itu yang mampu kudesiskan,
menekan perihku yang seketika hadir, seiring marahmu padaku


"jauh,kemudian hilang tanpa kabar"





"tentang jodoh, mati , dan rizky"
selalu itu yang kuyakini


waktu mengembalikan aku padamu
setelah hampir dua tahun aku kehilangan jejak dan kabarmu

"kita mulai lagi hari ini mel, maaf kala itu aku terlalu kecewa , ketahuilah aku terlalu sayang padamu"
tanpa menunggu lama akupun menggangguk setuju, kumulai lagi lembaran baru itu, menata mimpi yang sempat tertunda karna ku dahulukan kepentinaganku, ketahuilah juga karna sesungguhnya akupun ingin membuktikan tentang jodoh itu sendiri, tak akan pernah lari kemana, seribu satu jalan yang akan terbuka untuk kembali  mempertemukannya
 dengan belajar dari kegagalan dimasa lalu,kami mulai bertekat memperbaiki hubungan kamik



"mel,
 tepukkan mama kepipiku
"ngebayangin apa"?
"ga ada ma, "
sahutku sekenanya
kulihat irwan mesam mesem memperhatikan kegugupanku
"masih ga percaya kali ma kalau irwan cinta berat ma dia"
sahut irwan tiba tiba menggodaku
"ya sudah bulan haji kita nikah  ma"sahutku yakin menggenggam tangan mama
"alhamdulilah"ucap mama terdengar lega
sementara diseberang meja kulihat irwan mengedipkan matakunya kearahku,
"i love you mel"
ku tahu , pasti gerak bibirnya mengisyaratkan kata itu


ANDRIES 18-2-2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar