ENTAH
"kok kusut"? Tegurku pada gadis ayu yang duduk menopang dagu ,diberanda rumahku
,hanya menoleh sejenak kemudian melanjutkan aksi termenungnya
Aku bergerak ,mengambil duduk disampingnya ,ikut ikut melamun kiranya
Apakah lamunan kami sama?
Ntahlah
Mataku
Terpaku lama ,pada mawar biru layu tumbuh dalam potnya
Tak ada perkembangan yang berarti untuk masa pertumbuhan mawar merana itu
Ntahlah
Apakah aku kurang tekun merawatnya
Kurasa tidak
Mungkin memang membutuhkan waktu ,untuk menancapkan akar akarnya
"pacar loe gimana "? Tanyaku memecah hening didetik berikutnya
Ada tawa samar yang mengisyaratkan pupus harapan
"jalan ditempat "
Lanjutnya kemudian
"kenapa"? Tanyaku mulai tertarik mengajaknya berbincang
"ga perhatian ,terlalu sibuk, ga banyak waktu,dan aku hanya diurutan nomor kesekian "
"kok malah tertawa sich "
Masam mukanya memprotesku
"oh, hanya karna itu ,seperti bulan tersaput kabut , muram "
"heeh "
Kepalanya mengangguk angguk membenarkan
"aku kan cewe ,pingin juga diperhatikan ,diluangin waktu , tidak hanya teman dan pekerjaan "
Sampai disini
Aku termenung mendengar penuturannya yang terdengar kian samar dipendengaranku
Detik ini pula
Kelebat bayangmu mengacaukan aku bintang
Semakin kurasakan jarak itu membentang
Seperti kelu untuk sekedar menyapamu
Kau menjelma orang asing yang seperti tak kukenal
Pelan pelan
Seolah tawar
"kau sendiri gimana ma pacarmu ,apakah pacaran jarak jauh itu cukup membuatmu yakin,
Tentang perhatian, kasih sayang dan waktu dia buatmu , aku aja yang sering ketemu merasa kurang, apalagi kamu "
Hanya senyuman yang kulontarkan sebagai jawaban
Tapi di hatiku ,riuh menjawab sendiri
Kusikapi ini dengan tahu diri
Tapi naluriku sebagai perempuan tak jauh beda Sepertimu ,
10-1-2011
by
peri
Rabu, 19 Januari 2011
Sabtu, 15 Januari 2011
Rabu, 12 Januari 2011
link download, lyric & chord the brantaz - ciuman pertama
http://www.4shared.com/audio/hPR0_u2i/the_brantaz_-_ciuman_pertama.html
the brantaz - ciuman pertama
cipt : andries "the brantaz"
F C
Menatap Wajahmu
Dm F
Melambungkan Lamunanku
Dm Am
Mengingatkan Aku
Em F
Saat Pertama Kali Ku Merasakan
G
Surga Cintaku
Dm F
Reff : Seumur Hidupku
C G
Kau Adalah Pacar Pertama
Dm F C
Yang Cium Bibirku Getarkan Jantungku
Dm F
Sentuhan Lembutmu
C G
Panas Dingin Seluruh Tubuhku
Dm F
Ciuman Pertama
Bb G
Sampai Kapanpun Takkan Terlupa, yeah
Back To Reff 2x
End Song
Dm F
Ciuman Pertama
Bb ( G )
Sampai Kapanpun Takkan Terlupa 2x
the brantaz - ciuman pertama
cipt : andries "the brantaz"
F C
Menatap Wajahmu
Dm F
Melambungkan Lamunanku
Dm Am
Mengingatkan Aku
Em F
Saat Pertama Kali Ku Merasakan
G
Surga Cintaku
Dm F
Reff : Seumur Hidupku
C G
Kau Adalah Pacar Pertama
Dm F C
Yang Cium Bibirku Getarkan Jantungku
Dm F
Sentuhan Lembutmu
C G
Panas Dingin Seluruh Tubuhku
Dm F
Ciuman Pertama
Bb G
Sampai Kapanpun Takkan Terlupa, yeah
Back To Reff 2x
End Song
Dm F
Ciuman Pertama
Bb ( G )
Sampai Kapanpun Takkan Terlupa 2x
Selasa, 11 Januari 2011
Pengantin Kecilku ( 5 )
Minggu
tepat jam sepuluh aku selesai mandi,kuikat rambut panjangku tinggi tinggi ,bersaput bedak tipis tipis dan seoles lipgloss yang kubalutkan kebibirku,kurasa sudah begini saja untuk tambilan wajahku kali ini.
mengenakan celana pendek sebatas lutut ,dengan kaos oblong bergambar mickey mouse ,serta sepatu kets kebanggaanku
penampilan yang sangat biasa biasa saja untuk sebuah acara janjian istimewa
aku berdiri beberapa menit dicermin, mengamati pantulan wajahku sendiri
seperti ini ,kurasa sudah cukup baik untuk sekedar dipandang
kata ibuku aku termasuk gadis yang lumayan cantik, jadi tidak perlu bermake up tebal untuk tampak menarik
hanya ketemuan bukan acara undangan
kuamati sekali lagi memastikan anggapan beberapa orang tentang parasku yang katanya lebih mirip keterunan cina daripada wajah jawanya
akh benarkah?
sampai disini aku tidak tahu tentang itu ,yang ku tahu dari dulu aku keturunan jawa tulen titik,tidak ditambahin lagi dengan koma
aku tertawa geli membayangkan pertemuanku nanti
"irwan aku datang memenuhi panggilanmu"
bisikku sebelum beranjak dari kaca itu
Tepat jam sebelas tigapuluh lima menit aku sudah sampai ditempat yang telah ditentukan oleh irwan
sebuah taman dipinggiran kota
ntahlah apa yang membuatku tertarik untuk menerima tantangannya,dan kurasa ga ada salahnya untuk dicoba
aku melirik jam yang melingkar dipergelangan tanganku, hampir duapuluh lima menit berlalu , tapi yang ku tunggu belum memperlihatkan tanda tanda untuk muncul
"irwan"
ku eja nama itu lagi
dengan mata yang sibuk melanglang, menerka nerka seperti apa wujud dan rupa aslinya"
aku jadi tersenyum sendiri , membayangkan proyek isengku berujung pertemuan
,irwan teman nadia yang dulu sempat ditawarkannya padaku ,kemudian aku hanya menanggapinya sebatas angin lalu, bahkan beberapa waktu aku sudah hampir melupakan namanya
nyatanya hari ini, kuluangkan waktu hanya untuk menemuinya
copy darat, tanpa butuh lagi jasa seorang comblang ataupun makelar ,seolah semua berjalan lancar tanpa hambatan
ada beberapa kecocokan yang kutemukan ,sehingga membuatku nyaman berteman dengannya
lagi lagi kulirik jam tanganku,setengah jam sudah terlampaui ,aku mulai gelisah
jam karet juga rupanya
dimana? dan aku tidak mau cuma menerka nerka apakah dia lupa
kuraih ponsel dari dalam tasku
mencaba menanyakan dimana keberadaanya sekarang
belum sempat ku pencet nomor yang akan kuhubungi ,tampak seseorang berjalan mendekat kearahku bibirnya sudah kulihat menyunggingkan senyumnya yang menawan
"melati yach"?
sapanya ketika kami saling berhadapan
aku masih bisa mengingat dengan jelas intonasi suaranya yang ngebas
dengan yakin akupun mengangguk
"inilah irwan"
bisik hatiku memberi tahu
"jauh lebih cantik dari selembar foto yang tiap saat ku pandang"
aku bisa membayangkan mukaku pasti bersemu merah dadu, malu mendengar pujiannya
"norak" begitu fikirku mengejek diri sendiri
"makasih yach"ucapku menutupi kecanggunganku
"mel kok diam sich"?
suer aku benar benar salah tingkah diperhatikannya begitu
"nunggu loe yang ngomong"jawabku sekenanya
"benar aku boleh ngomong sesuatu"?
aku beringsut menghadapnya,memberanikan diri mengamati dengan seksama garis garis tegas diwajahnya
seseorang yang menjadi teman curhatku beberapa malam
via phone kenapa buatku mengalir lancar obrolan itu keluar
sekarang saat dia berada tepat duduk didepanku ,mengamati juga wajahku
malah hening yang kurasa melingkupiku
tapi ada yang tak bisa ku inggkari , berdegup lebih kencang jantungku saat mata teduh itu menatapku seolah ingin menenggelapkan aku ditelaga matanya
"mel, kok jadi kaku yach" ucapnya menyadarkan kami
tentang keheningan ini
aku hanya menggangguk menanggapi
aku menunduk lagi ketika mata teduhnya seperti tak pernah mau beralih untuk terus menatapiku
"bisa beku kalau kau perhatikan terus begitu aku"
"hehehehehe"
"ngetawain apa"? tanyaku curiga
"kita norak kayak anak SMA" tambahnya mengingatkan
"loe " balasku
"loe juga" balasmu tak mau kalah
"ini adalah....................."?ucapnya melirik lagi kearahku
"pertemuan yang kita rencanakan"sambungku sambil tersenyum
"biar berkesan....................."?
"jadi............................"?
"jangan diam diaman"
"lebih baik kitaaaaaaaaaaaa"?
"pesta aja" sahukut mulai tertawa
"ayo ikut" tarikku pada tangannya
"kemena"?
"pesta,"jawabku memberi tahu
"aku tahu tempat makan yang enak ada juga menu mie goreng spesia kesukaanmul. jadi kita bersenang senang disana,merayakan pertemuaan kita dengan makan sepuasnya"tambahku sumringah
"siipppp, kita pergi sekarang"?
"heeh"
lagi lagi senyum mu mengakali aku untuk berhenti ditempatuku menikmatinya berlama
"mel,mudah mudahan ada pertemuan kedua ,ketiga,dan seterusnya,dan kuharap tiap tiap pertemuan itu seperti anak tangga yang akan selalu meningkat lebih tinggi sampai dia benar benar membawaku kepuncak tertinggi itu"
bisiknya ditelinggaku
senyumkulah yang ku gunakan untuk menjawab bisiknya tadi ,aku sendiri tak tahu maksud dari senyumku selain sikap welcome yang kutawarkan ,untuk selanjutnya biarkanlah irwan yang mengartikanya sendiri
"ayo pergi"ajakmu menyambar tanganku
kubiarkan tanganku melunak dalam gandengannya aku hanya menurut dengan mengikuti langkah langkah kaki tegapnya
membimbingku
menuju ketempat dimana kami akan menggelar pesta sederhana
bersulang dengan cangkir cangkir teh manis nanti,
menandai pertemuan kami
ANDRIES 12-1-2011
tepat jam sepuluh aku selesai mandi,kuikat rambut panjangku tinggi tinggi ,bersaput bedak tipis tipis dan seoles lipgloss yang kubalutkan kebibirku,kurasa sudah begini saja untuk tambilan wajahku kali ini.
mengenakan celana pendek sebatas lutut ,dengan kaos oblong bergambar mickey mouse ,serta sepatu kets kebanggaanku
penampilan yang sangat biasa biasa saja untuk sebuah acara janjian istimewa
aku berdiri beberapa menit dicermin, mengamati pantulan wajahku sendiri
seperti ini ,kurasa sudah cukup baik untuk sekedar dipandang
kata ibuku aku termasuk gadis yang lumayan cantik, jadi tidak perlu bermake up tebal untuk tampak menarik
hanya ketemuan bukan acara undangan
kuamati sekali lagi memastikan anggapan beberapa orang tentang parasku yang katanya lebih mirip keterunan cina daripada wajah jawanya
akh benarkah?
sampai disini aku tidak tahu tentang itu ,yang ku tahu dari dulu aku keturunan jawa tulen titik,tidak ditambahin lagi dengan koma
aku tertawa geli membayangkan pertemuanku nanti
"irwan aku datang memenuhi panggilanmu"
bisikku sebelum beranjak dari kaca itu
Tepat jam sebelas tigapuluh lima menit aku sudah sampai ditempat yang telah ditentukan oleh irwan
sebuah taman dipinggiran kota
ntahlah apa yang membuatku tertarik untuk menerima tantangannya,dan kurasa ga ada salahnya untuk dicoba
aku melirik jam yang melingkar dipergelangan tanganku, hampir duapuluh lima menit berlalu , tapi yang ku tunggu belum memperlihatkan tanda tanda untuk muncul
"irwan"
ku eja nama itu lagi
dengan mata yang sibuk melanglang, menerka nerka seperti apa wujud dan rupa aslinya"
aku jadi tersenyum sendiri , membayangkan proyek isengku berujung pertemuan
,irwan teman nadia yang dulu sempat ditawarkannya padaku ,kemudian aku hanya menanggapinya sebatas angin lalu, bahkan beberapa waktu aku sudah hampir melupakan namanya
nyatanya hari ini, kuluangkan waktu hanya untuk menemuinya
copy darat, tanpa butuh lagi jasa seorang comblang ataupun makelar ,seolah semua berjalan lancar tanpa hambatan
ada beberapa kecocokan yang kutemukan ,sehingga membuatku nyaman berteman dengannya
lagi lagi kulirik jam tanganku,setengah jam sudah terlampaui ,aku mulai gelisah
jam karet juga rupanya
dimana? dan aku tidak mau cuma menerka nerka apakah dia lupa
kuraih ponsel dari dalam tasku
mencaba menanyakan dimana keberadaanya sekarang
belum sempat ku pencet nomor yang akan kuhubungi ,tampak seseorang berjalan mendekat kearahku bibirnya sudah kulihat menyunggingkan senyumnya yang menawan
"melati yach"?
sapanya ketika kami saling berhadapan
aku masih bisa mengingat dengan jelas intonasi suaranya yang ngebas
dengan yakin akupun mengangguk
"inilah irwan"
bisik hatiku memberi tahu
"jauh lebih cantik dari selembar foto yang tiap saat ku pandang"
aku bisa membayangkan mukaku pasti bersemu merah dadu, malu mendengar pujiannya
"norak" begitu fikirku mengejek diri sendiri
"makasih yach"ucapku menutupi kecanggunganku
"mel kok diam sich"?
suer aku benar benar salah tingkah diperhatikannya begitu
"nunggu loe yang ngomong"jawabku sekenanya
"benar aku boleh ngomong sesuatu"?
aku beringsut menghadapnya,memberanikan diri mengamati dengan seksama garis garis tegas diwajahnya
seseorang yang menjadi teman curhatku beberapa malam
via phone kenapa buatku mengalir lancar obrolan itu keluar
sekarang saat dia berada tepat duduk didepanku ,mengamati juga wajahku
malah hening yang kurasa melingkupiku
tapi ada yang tak bisa ku inggkari , berdegup lebih kencang jantungku saat mata teduh itu menatapku seolah ingin menenggelapkan aku ditelaga matanya
"mel, kok jadi kaku yach" ucapnya menyadarkan kami
tentang keheningan ini
aku hanya menggangguk menanggapi
aku menunduk lagi ketika mata teduhnya seperti tak pernah mau beralih untuk terus menatapiku
"bisa beku kalau kau perhatikan terus begitu aku"
"hehehehehe"
"ngetawain apa"? tanyaku curiga
"kita norak kayak anak SMA" tambahnya mengingatkan
"loe " balasku
"loe juga" balasmu tak mau kalah
"ini adalah....................."?ucapnya melirik lagi kearahku
"pertemuan yang kita rencanakan"sambungku sambil tersenyum
"biar berkesan....................."?
"jadi............................"?
"jangan diam diaman"
"lebih baik kitaaaaaaaaaaaa"?
"pesta aja" sahukut mulai tertawa
"ayo ikut" tarikku pada tangannya
"kemena"?
"pesta,"jawabku memberi tahu
"aku tahu tempat makan yang enak ada juga menu mie goreng spesia kesukaanmul. jadi kita bersenang senang disana,merayakan pertemuaan kita dengan makan sepuasnya"tambahku sumringah
"siipppp, kita pergi sekarang"?
"heeh"
lagi lagi senyum mu mengakali aku untuk berhenti ditempatuku menikmatinya berlama
"mel,mudah mudahan ada pertemuan kedua ,ketiga,dan seterusnya,dan kuharap tiap tiap pertemuan itu seperti anak tangga yang akan selalu meningkat lebih tinggi sampai dia benar benar membawaku kepuncak tertinggi itu"
bisiknya ditelinggaku
senyumkulah yang ku gunakan untuk menjawab bisiknya tadi ,aku sendiri tak tahu maksud dari senyumku selain sikap welcome yang kutawarkan ,untuk selanjutnya biarkanlah irwan yang mengartikanya sendiri
"ayo pergi"ajakmu menyambar tanganku
kubiarkan tanganku melunak dalam gandengannya aku hanya menurut dengan mengikuti langkah langkah kaki tegapnya
membimbingku
menuju ketempat dimana kami akan menggelar pesta sederhana
bersulang dengan cangkir cangkir teh manis nanti,
menandai pertemuan kami
ANDRIES 12-1-2011
Senin, 10 Januari 2011
link download, lyric & chord the brantaz - terbujur kaku
http://www.4shared.com/audio/0yWUl60B/the_brantaz_-_terbujur_kaku.html
the brantaz - terbujur kaku
cipt : Andries "the brantaz"
Am G Am
Andaiku.... tak bisa menjadi arti
G F
Tapi kau harus tahu
G Am
betapa berarti Dirimu bagiku
C G Am Em
Reff : Akankah semua Kan terus terjaga
F C Am G
Dan tak ada pisah.....Diantara kita
C G
Hingga sekujur tubuhku
Am G
Telah terbujur kaku
F C Am G
Kuingin kau tahu.......Ku mencintaimu
Intro : Am... G... 2X
Am G Am
Mungkinkah.....mungkinkah kau kumiliki
G F
bukan hanya saat ini
G Am
Tapi selamanya....Sampai pisah mati
Melody : F..G..Em..Am , F..G..Am
Kembali ke Reff 2X
the brantaz - terbujur kaku
cipt : Andries "the brantaz"
Am G Am
Andaiku.... tak bisa menjadi arti
G F
Tapi kau harus tahu
G Am
betapa berarti Dirimu bagiku
C G Am Em
Reff : Akankah semua Kan terus terjaga
F C Am G
Dan tak ada pisah.....Diantara kita
C G
Hingga sekujur tubuhku
Am G
Telah terbujur kaku
F C Am G
Kuingin kau tahu.......Ku mencintaimu
Intro : Am... G... 2X
Am G Am
Mungkinkah.....mungkinkah kau kumiliki
G F
bukan hanya saat ini
G Am
Tapi selamanya....Sampai pisah mati
Melody : F..G..Em..Am , F..G..Am
Kembali ke Reff 2X
Sabtu, 08 Januari 2011
Kiranya Cinta Tak Bermata ( 5 )
Aku masih duduk ditempatku
Dengan perasaan begitu datar
Setelah Mengirimkan sebuah pesan
Untuk raya
Bahwa aku sudah menunggunya disini
Hening ini mendekapku
Rapat , mengundang ribuan bayangan kenangan yang berkelebat begitu cepat , mengkilas balik sebuah perjanan dua hati untuk saling menyatukan diri , belajar saling memahami ,mengerti satu sama lain , setelah perasaan sayang dan cinta yang mempertemukan
Yach itulah yang mengikat hati kami
"kenya , bukti apa yang akan kau berikan padaku sebagai kesungguhan cintamu ?
Pertanyaan lembut darimu senja itu
"apa yang kau minta "?
"seluruh hidupmu dan semua yang ada padamu "
(Aku menangis lagi ,bukan sedih ataupun ,menyesal
Aku menangis setelah menyadari ternyata cinta ini terlampau besar
Sehingga tak adalagi yang kita sisakan dalam diri kita
Aku utuh milikmu
Dan kau
Sayap yang sudah membuatku terbang begitu tinggi
Dan aku adalah telaga yang sudah begitu dalam kau selami )
"ken " aku mengerjap
Rupanya kau sudah berada disampingku
Kau tersenyum manis memperhatikanku
"kusut "bisikmu membelai rambutku
"loe juga jelek "balasku
"yach ,karna ga loe urusin "
"jangan ngambek yach !
Aku sayang ma kamu " lagi lagi bisikmu mencium pipiku
"kau kurus " ucapku
"yach kau juga "
"sini "! Aku rindukan gadis jelekku
Lagi lagi kau selalu meledek ku
(Biarkan aku tinggal di hatimu lebih lama lagi
Biarkan kita bertahan dalam bomerangnya
Perasaan
Biarkan kita teruskan langkah dengan ribuan cemoohan
Biarkan kita mencintai
Diantara kecemburuan kita yang menjadi
Biarkan semua yang akan terjadi
Yang ku tahu saat ini kita saling mencintai)
"ken"
Senyummu mana gadisku ?
"ini " segera kukembangkan senyum itu buatmu
Aku segera menghambur dalam pelukmu
Merasai detak jantungmu
Bersandar pada dada kurusmu
"aku mencintaimu ray "
"sama ken , bahkan nyawaku sudah kau bawa "
(Seperti inikah cinta ?
Sungguh mengharu biru, kekuatan nya membelenggu
Tawanan cinta kita tawanan cintamu
Tak kan mungkin kau bisa berlari jauh
Aku akan selalu memanggilmu untuk kembali
Seperti saat ini kau meringkuk pasrah dalam dekapku
Bulan & Bintang 9-1-2011
Dengan perasaan begitu datar
Setelah Mengirimkan sebuah pesan
Untuk raya
Bahwa aku sudah menunggunya disini
Hening ini mendekapku
Rapat , mengundang ribuan bayangan kenangan yang berkelebat begitu cepat , mengkilas balik sebuah perjanan dua hati untuk saling menyatukan diri , belajar saling memahami ,mengerti satu sama lain , setelah perasaan sayang dan cinta yang mempertemukan
Yach itulah yang mengikat hati kami
"kenya , bukti apa yang akan kau berikan padaku sebagai kesungguhan cintamu ?
Pertanyaan lembut darimu senja itu
"apa yang kau minta "?
"seluruh hidupmu dan semua yang ada padamu "
(Aku menangis lagi ,bukan sedih ataupun ,menyesal
Aku menangis setelah menyadari ternyata cinta ini terlampau besar
Sehingga tak adalagi yang kita sisakan dalam diri kita
Aku utuh milikmu
Dan kau
Sayap yang sudah membuatku terbang begitu tinggi
Dan aku adalah telaga yang sudah begitu dalam kau selami )
"ken " aku mengerjap
Rupanya kau sudah berada disampingku
Kau tersenyum manis memperhatikanku
"kusut "bisikmu membelai rambutku
"loe juga jelek "balasku
"yach ,karna ga loe urusin "
"jangan ngambek yach !
Aku sayang ma kamu " lagi lagi bisikmu mencium pipiku
"kau kurus " ucapku
"yach kau juga "
"sini "! Aku rindukan gadis jelekku
Lagi lagi kau selalu meledek ku
(Biarkan aku tinggal di hatimu lebih lama lagi
Biarkan kita bertahan dalam bomerangnya
Perasaan
Biarkan kita teruskan langkah dengan ribuan cemoohan
Biarkan kita mencintai
Diantara kecemburuan kita yang menjadi
Biarkan semua yang akan terjadi
Yang ku tahu saat ini kita saling mencintai)
"ken"
Senyummu mana gadisku ?
"ini " segera kukembangkan senyum itu buatmu
Aku segera menghambur dalam pelukmu
Merasai detak jantungmu
Bersandar pada dada kurusmu
"aku mencintaimu ray "
"sama ken , bahkan nyawaku sudah kau bawa "
(Seperti inikah cinta ?
Sungguh mengharu biru, kekuatan nya membelenggu
Tawanan cinta kita tawanan cintamu
Tak kan mungkin kau bisa berlari jauh
Aku akan selalu memanggilmu untuk kembali
Seperti saat ini kau meringkuk pasrah dalam dekapku
Bulan & Bintang 9-1-2011
Kiranya Cinta Tak Bermata ( 4 )
"kembali ken "!
"maafkan aku ,! Aku terlalu emosi kemarin ,ketahuilah karna aku terlalu sayang padamu ,kembali ken !, I miss u "
Beberapa pesan raya yang beberapa hari ini diabaikan nya ,belum terlintas keingin membalas satu pesan pun dari raya
Namun wajah lembut itu tak pernah berhenti mengaduk aduk kegelisahan nya
Tiga malam itu seumpama ,sarana penguji
,tolak ukur seberapa berat arti perpisahan itu bagi mereka
"Ray ,disini aku megap megap hampir mati ,sakit dan terasa begitu nyeri seluruh hatiku
Tak bisa lagi kubohongi diriku tali ini telah begitu erat menjeratku,hingga membuatku tak pernah bisa melangkah jauh darimu
Kenangan itu tak henti hentinya meneriaki aku untuk kembali
Seperti dirimu yang tak akan pernah merelakan aku untuk pergi
Sebuah perasaan yang mengalikan lubang rindu terdalam menenggelamkan aku dalam kubangan harapan kemudian menimbunya dengan impian impian indah yang pernah kita rencanakan
"Ray , tak tahukah kau ,aku juga merindukan mu , teramat sangat
Haruskah aku kembali menuruti panggilan mu
Tak meneruskan langkah ini karna cegah mu
Tanpa kau minta semua itu
aku juga belum tentu mampu
Meninggalkan mu
Aku selalu ingin kembali padamu
Sama seperti kau menginginkan aku
"Lihatlah Ray "!
Telah kubanjari bantalku dengan isak ku
Aku seperti tak pernah puas untuk menangis
Aku selalu ingin menangis
Menangisimu
Menangisi aku
Menangisi cinta kita
Terlalu berat beban ini buatku
Sampai sampai aku tak yakin sanggup memikulnya diatas pundak ku
"Ray , hujan malam ini kalah deras dengan airmataku
Bahkan mendung tebal itu masih betah berlama lama mengelayuti hatiku
Gerimis kemudian menderas tangis begitulah seperti tak pernah bosan bosan nya
(Aku tak ingin kau menangis bersedih ,.......,..)
Nada dering yang sengaja kupasang
Mengagetkan aku membuyarkan lamunan ku
Raya
Nanar kupandangi nama yang tertera dilayar ponselku
Ragu ragu aku meraihnya
rindu itu lah yang tak sanggup mencegah ku untuk tidak menghiraukan nya kali ini
Aku kalah dalam pelarianku
Cinta dan perasaan inilah pemenangnya
"kenya " sebutnya dengan suara gemetar
"maafkan aku ! ,maafkan aku kenya "!
"gimana keadaan mu , kau dimana ? Biarkan sekarang aku menjemputmu " sergap mu tanpa jeda
Kelu lidahku sekedar menjawab panggilanmu
"kenya , kau dengar aku kan ?,kenapa diam bicaralah !,
Apa kau masih marah padaku "?
Berondongmu lagi
"kenya "
"yach, aku dengar ray " jawabku susah payah
"kembali yach,! Sepi tanda hadirmu , ku tunggu kau diberanda cinta rumah kita"
(Jadilah kau bintang hatiku ,terangilah seluruh jalan ku ,jangan kau letih mencintai aku , hingga di ujung usiaku
)
"tuch kan ,kau selalu membuatku tak tega meninggalmu
Ray"
Suara merdu mu bersenandung mengalun lembut ,memanggil ku untuk pulang
"ken ,aku punya lagu kebangsaan baru semenjak kepergian mu ?
"apa "?
"Aishiteru" hahaha
"dasar nakal " "sapa "?
"raya "
"bukan raya ,tapi kenya, gampang ngambek ,ninggalin aku sendirian"
Sungguh ray secepat itu mendung bergeser karna clotehan mu
"besok pulang yach "!
"emm" aku mengangguk angguk seoalah olah kau berada didekatku
(Cinta kan membawamu , kembali disini , menuai rindu, menghapus pedih , bawa serta dirimu ,dirimu yang dulu mencintaiku apa adanya )
Bulan & Bintang 8-1-2011
"maafkan aku ,! Aku terlalu emosi kemarin ,ketahuilah karna aku terlalu sayang padamu ,kembali ken !, I miss u "
Beberapa pesan raya yang beberapa hari ini diabaikan nya ,belum terlintas keingin membalas satu pesan pun dari raya
Namun wajah lembut itu tak pernah berhenti mengaduk aduk kegelisahan nya
Tiga malam itu seumpama ,sarana penguji
,tolak ukur seberapa berat arti perpisahan itu bagi mereka
"Ray ,disini aku megap megap hampir mati ,sakit dan terasa begitu nyeri seluruh hatiku
Tak bisa lagi kubohongi diriku tali ini telah begitu erat menjeratku,hingga membuatku tak pernah bisa melangkah jauh darimu
Kenangan itu tak henti hentinya meneriaki aku untuk kembali
Seperti dirimu yang tak akan pernah merelakan aku untuk pergi
Sebuah perasaan yang mengalikan lubang rindu terdalam menenggelamkan aku dalam kubangan harapan kemudian menimbunya dengan impian impian indah yang pernah kita rencanakan
"Ray , tak tahukah kau ,aku juga merindukan mu , teramat sangat
Haruskah aku kembali menuruti panggilan mu
Tak meneruskan langkah ini karna cegah mu
Tanpa kau minta semua itu
aku juga belum tentu mampu
Meninggalkan mu
Aku selalu ingin kembali padamu
Sama seperti kau menginginkan aku
"Lihatlah Ray "!
Telah kubanjari bantalku dengan isak ku
Aku seperti tak pernah puas untuk menangis
Aku selalu ingin menangis
Menangisimu
Menangisi aku
Menangisi cinta kita
Terlalu berat beban ini buatku
Sampai sampai aku tak yakin sanggup memikulnya diatas pundak ku
"Ray , hujan malam ini kalah deras dengan airmataku
Bahkan mendung tebal itu masih betah berlama lama mengelayuti hatiku
Gerimis kemudian menderas tangis begitulah seperti tak pernah bosan bosan nya
(Aku tak ingin kau menangis bersedih ,.......,..)
Nada dering yang sengaja kupasang
Mengagetkan aku membuyarkan lamunan ku
Raya
Nanar kupandangi nama yang tertera dilayar ponselku
Ragu ragu aku meraihnya
rindu itu lah yang tak sanggup mencegah ku untuk tidak menghiraukan nya kali ini
Aku kalah dalam pelarianku
Cinta dan perasaan inilah pemenangnya
"kenya " sebutnya dengan suara gemetar
"maafkan aku ! ,maafkan aku kenya "!
"gimana keadaan mu , kau dimana ? Biarkan sekarang aku menjemputmu " sergap mu tanpa jeda
Kelu lidahku sekedar menjawab panggilanmu
"kenya , kau dengar aku kan ?,kenapa diam bicaralah !,
Apa kau masih marah padaku "?
Berondongmu lagi
"kenya "
"yach, aku dengar ray " jawabku susah payah
"kembali yach,! Sepi tanda hadirmu , ku tunggu kau diberanda cinta rumah kita"
(Jadilah kau bintang hatiku ,terangilah seluruh jalan ku ,jangan kau letih mencintai aku , hingga di ujung usiaku
)
"tuch kan ,kau selalu membuatku tak tega meninggalmu
Ray"
Suara merdu mu bersenandung mengalun lembut ,memanggil ku untuk pulang
"ken ,aku punya lagu kebangsaan baru semenjak kepergian mu ?
"apa "?
"Aishiteru" hahaha
"dasar nakal " "sapa "?
"raya "
"bukan raya ,tapi kenya, gampang ngambek ,ninggalin aku sendirian"
Sungguh ray secepat itu mendung bergeser karna clotehan mu
"besok pulang yach "!
"emm" aku mengangguk angguk seoalah olah kau berada didekatku
(Cinta kan membawamu , kembali disini , menuai rindu, menghapus pedih , bawa serta dirimu ,dirimu yang dulu mencintaiku apa adanya )
Bulan & Bintang 8-1-2011
Jumat, 07 Januari 2011
Kiranya Cinta Tak Bermata ( 3 )
Gerimis kini mulai menderas hujan ,aku hanya menatapinya dari balik jendela kamar kita
Rinai hujan itu seolah smakin menenggelamkan aku ,menambahkan mendung yang kian menggelayut tebal diatmofir hatiku
Jika tak malu ,mungkin aku sudah memdahui hujan itu untuk membajari mataku dengan tangis
Beruntung hidup yang kujalani tak mendidik dan membentuk aku untuk menjadi pribadi yang cengeng
Tapi harus ku akui hatiku merapuh
Bahkan aku terhanyut dalam kesedihanku
("hujannya deras banget ,tidur kita akan terasa lebih nyenyak malam ini ray")
Begitulah kata katamu setiap hujan menjelang datang
"hawanya sendu aku suka ray "
Tapi malam ini beda
hujan yang katamu membuat tidur kita kan nyenyak terbuai mimpi ,kurasa hujan kali ini tak akan bisa membuat mataku memicing bahkan mengantuk pun belum tentu aku akan mampu
Aku terlalu resah memikirkanmu
Menelan makanankupun aku kesulitan
Tanpamu hari hariku terasa tersiksa
"maafkan aku kembali ken "!
"kurasa terlalu berat rasa kesepian itu buatku "
Hujan itu belum juga mau mereda kiranya
Sama seperti aku yang tak bergeser dari tempat duduk ku semula
Aku terlalu betah disana
Menikmati penggalan pengalan cerita kita ,yang berseliweran , terputar ulang dalam ingatan
"kenya ,adakah gelisahmu sama ?
tak seharusnya pertengkaran itu mewarnai kisah kita , dan kini rasa bersalah itu mengutuki
lagi lagi ,saat itu membayang kembali,berseliweran dalam ingatan
"kau ,menangis kenapa "?
Tanyaku ketika melihatmu duduk didepan kaca segede pintu itu
"aku sedih " isakmu nelangsa
"kenapa lagi"?tanyaku benar benar tak mengerti ,dengan sambutan tangisnya ketika mataku telah menangkap sosoknya ,meringkuk disudut sofa
"kau cinta aku kan ?ulangku mencoba menyalurkan keyakinan
"masihkah kau tak percaya "tanyamu masih belum faham maksudku
"tadi siang loe datang ketempat kerjaku ngapain ,dan apa yang kau lakukan pada irwan "?
Aku menghela nafasku kini baru kumengerti arah pembicaraan mu mungkin tempatmu kerja telah ramai karna ulahku tadi siang
Mengancam irwan yang terang terang menggoda dan cinta mati padamu
"aku cemburu " jawabku ringan
"kau tahu apa akibatnya buatku "?
"apa"?
"aku jadi bulan bulanan mereka, semua memandang rendah padaku
Dan kau bisa tebak sendiri aku merasa asing dan tak nyaman berada dikomunitas kerjaku , kau terlalu gegabah , aku tak punya muka ,aku malu "pekikmu mungkin geram padaku
"bukankah kau tahu resiko hubungan kita ,cepat atau lambat dunia akan mengunjing kita ,berapa lama kau akan mampu menutupi dan berpura pura "?
"kau terlalu tergesa gesa "
"oh ,kau keberatan rupanya ,aku menantang irwan yang menjadi pemuja setiamu "? ,apakah kau masih peduli dengan harga dirimu , kau masih meragukan aku bahwa aku mampu membahagiakan mu , bukankah kau cinta aku "?
Kenapa kau masih tak kebal orang orang itu mencemohmu "
Cercaku mulai kesal
Tak kupedulikan lagi airmatanya yang berlinangan ,
"kau terlalu pecemburu "
"karna aku terlalu mencintaimu ,dan jangan bohong kau cinta aku jugakan "?
Berondongku kian kesal
"sudahlah jangan munafik sama keadaan "
"siapa yang munafik ? Triakmu kiranya tersinggung dengan kata kataku
"kamu "
"ga " jawabmu begitu terdengar sengit ditelingaku
"lalu apa bedanya ,apa arti dari tangismu,"?
"sudahlah percuma berdebat denganmu , kau slalu menuntut menang dan aku kau sudutkan dengan pembenaranmu ray , kau pecemburu " bla bla bla kau balik membalasku
"ken ,kau mau kemana"? Tarikku pada lengannya
"pergi " balasmu mengibaskan tanganku
Aku melemah melepaskan cengkramanku
Aku terlalu gengsi mencegahmu
Ku yakin kekuatan cinta itu akan mengembalikan mu padaku
mataku memanas,ternyata kau terlalu berharga buatku
"ken ,menyesal aku tak mencengahmu ,tiga malam sudah menunggumu ,mengawasi pintu berharap kau membukanya dan kaulah berdiri disana, pengharapanku hampa ,mencari jejakmu entah dimana ?
"kenya kembalilah jangan kau buat aku gila
Bulan & Bintang 7-1-2011
Rinai hujan itu seolah smakin menenggelamkan aku ,menambahkan mendung yang kian menggelayut tebal diatmofir hatiku
Jika tak malu ,mungkin aku sudah memdahui hujan itu untuk membajari mataku dengan tangis
Beruntung hidup yang kujalani tak mendidik dan membentuk aku untuk menjadi pribadi yang cengeng
Tapi harus ku akui hatiku merapuh
Bahkan aku terhanyut dalam kesedihanku
("hujannya deras banget ,tidur kita akan terasa lebih nyenyak malam ini ray")
Begitulah kata katamu setiap hujan menjelang datang
"hawanya sendu aku suka ray "
Tapi malam ini beda
hujan yang katamu membuat tidur kita kan nyenyak terbuai mimpi ,kurasa hujan kali ini tak akan bisa membuat mataku memicing bahkan mengantuk pun belum tentu aku akan mampu
Aku terlalu resah memikirkanmu
Menelan makanankupun aku kesulitan
Tanpamu hari hariku terasa tersiksa
"maafkan aku kembali ken "!
"kurasa terlalu berat rasa kesepian itu buatku "
Hujan itu belum juga mau mereda kiranya
Sama seperti aku yang tak bergeser dari tempat duduk ku semula
Aku terlalu betah disana
Menikmati penggalan pengalan cerita kita ,yang berseliweran , terputar ulang dalam ingatan
"kenya ,adakah gelisahmu sama ?
tak seharusnya pertengkaran itu mewarnai kisah kita , dan kini rasa bersalah itu mengutuki
lagi lagi ,saat itu membayang kembali,berseliweran dalam ingatan
"kau ,menangis kenapa "?
Tanyaku ketika melihatmu duduk didepan kaca segede pintu itu
"aku sedih " isakmu nelangsa
"kenapa lagi"?tanyaku benar benar tak mengerti ,dengan sambutan tangisnya ketika mataku telah menangkap sosoknya ,meringkuk disudut sofa
"kau cinta aku kan ?ulangku mencoba menyalurkan keyakinan
"masihkah kau tak percaya "tanyamu masih belum faham maksudku
"tadi siang loe datang ketempat kerjaku ngapain ,dan apa yang kau lakukan pada irwan "?
Aku menghela nafasku kini baru kumengerti arah pembicaraan mu mungkin tempatmu kerja telah ramai karna ulahku tadi siang
Mengancam irwan yang terang terang menggoda dan cinta mati padamu
"aku cemburu " jawabku ringan
"kau tahu apa akibatnya buatku "?
"apa"?
"aku jadi bulan bulanan mereka, semua memandang rendah padaku
Dan kau bisa tebak sendiri aku merasa asing dan tak nyaman berada dikomunitas kerjaku , kau terlalu gegabah , aku tak punya muka ,aku malu "pekikmu mungkin geram padaku
"bukankah kau tahu resiko hubungan kita ,cepat atau lambat dunia akan mengunjing kita ,berapa lama kau akan mampu menutupi dan berpura pura "?
"kau terlalu tergesa gesa "
"oh ,kau keberatan rupanya ,aku menantang irwan yang menjadi pemuja setiamu "? ,apakah kau masih peduli dengan harga dirimu , kau masih meragukan aku bahwa aku mampu membahagiakan mu , bukankah kau cinta aku "?
Kenapa kau masih tak kebal orang orang itu mencemohmu "
Cercaku mulai kesal
Tak kupedulikan lagi airmatanya yang berlinangan ,
"kau terlalu pecemburu "
"karna aku terlalu mencintaimu ,dan jangan bohong kau cinta aku jugakan "?
Berondongku kian kesal
"sudahlah jangan munafik sama keadaan "
"siapa yang munafik ? Triakmu kiranya tersinggung dengan kata kataku
"kamu "
"ga " jawabmu begitu terdengar sengit ditelingaku
"lalu apa bedanya ,apa arti dari tangismu,"?
"sudahlah percuma berdebat denganmu , kau slalu menuntut menang dan aku kau sudutkan dengan pembenaranmu ray , kau pecemburu " bla bla bla kau balik membalasku
"ken ,kau mau kemana"? Tarikku pada lengannya
"pergi " balasmu mengibaskan tanganku
Aku melemah melepaskan cengkramanku
Aku terlalu gengsi mencegahmu
Ku yakin kekuatan cinta itu akan mengembalikan mu padaku
mataku memanas,ternyata kau terlalu berharga buatku
"ken ,menyesal aku tak mencengahmu ,tiga malam sudah menunggumu ,mengawasi pintu berharap kau membukanya dan kaulah berdiri disana, pengharapanku hampa ,mencari jejakmu entah dimana ?
"kenya kembalilah jangan kau buat aku gila
Bulan & Bintang 7-1-2011
Kamis, 06 Januari 2011
Kiranya Cinta Tak Bermata ( 2 )
"hahaha" tawanya mengema
Entah lelucon apa yang tadi telah dibuatnya
Ku rasa tidak ada
"nertawain apa ? Tanyaku mulai penasaran
"ga ada " jawabnya mengelus rambutku
"bohong ,masak ga ada bisa tertawa cekikikan begitu " protesku sambil pura pura memasang muka masam
"yach ,yach , ingat sesuatu yang menurutku lucu "
"apa "? Aku ancang ancang masang telinga
"aku ga bisa hidup tanpamu" "hahahahaha" aku pun ikut tertawa melihat gayanya berpraktek jenaka dan aku sudah cukup mengerti maksudnya
"kau bahagia seperti ini ? Tanyaku meneliti wajahnya
Dia melirikku seraya menghembuskan asap rokoknya
"bahagia , kau sendiri bagaimana "?
Aku mengernyitkan dahi
"harus bahagia "jawabku sambil mengambil alih rokok dari tangan nya
"ini ga gampang ken "?
"malah terkesan berat "sahutku sebelum raya melanjutkan kata katanya
"dan apa yang membuat mu kuat dan sanggup untuk itu ?balasku
"keyakinan dan rasa ini "
"loe sendiri"?
"tak lain adalah kau sendiri yang membuatku mampu , tentang cinta ? Kuyakin dialah tokoh utamanya"
"Hehehe"jawabku sok dewasa
(Jika cinta memanggilmu ikuti jalan nya meski terjal berliku
By Dewa )
"ray, setuju tidak kalau cinta itu tak bersyarat "?
"setuju "
"ga ada yang terpaksa demi cinta semua dilakukan suka rela "?
"bener nich ,suka rela "?
"heeh ,"jawabnya manggut manggut
"berani memilih dan berani memutuskan " tambah ku
"yup, seperti hal nya aku telah memilihmu "
"so sweet, manis sekali kau hari ini raya "triak ku sambil mengacak ngacak rambutnya
Aku menunduk tiba tiba gamang akan kebahagian yang kami rasakan
Jalanan yang kan terlewati tak lepas dari duri
Meruncing setiap saat siap menancapi hati kami
"Huh cengeng"
Kenapa mesti dibayangkan , bukankah raya pernah bilang
Anggap saja dunia ini hanya kita yang menghuninya
"tapi ,diluar sana banyak mata yang ga suka melihatnya ,banyak mulut yang akan membicarakannya ,dan pasti banyak cerca yang kan dipanennya
"bengong ,tawanya menguap kemana ?tepukan raya dipipiku menyadarkan aku
"disana , " tunjuk ku pada awan
(Aku tahu gundahmu ken ,tersirat dari matamu ,senyummu yang kadang tampak samar tapi aku sudah terlalu mahir tuk membacanya
,kecemburuan mu sebenarnya adalah hal biasa jangan kau kira aku tak bisa mencemburui mu juga
Sudah terlalu banyak telingamu
mendengar
Sama
Tapi aku berlagak cuek saja
Nyanyian angin yang bersimponi sudah penuh menyesaki dada kami
Anggap saja itu tetabuhan dan backsound yang indah ,gempuran yang membuatnya akan semakin terlihat kokoh )
"bengong senyum nya memraib kemana"? Kataku balasku balik menggodanya
"kau rampas semuanya "
Sahutnya tanpa dosa
"nglihatin apa "?
Tanyaku malu malu ditatapinya begitu
(Sesungguhnya kau cantik seperti itu ,jika airmata tak menyinggahi mata sendumu , aku jadi berjanji kapan senyum itu tak akan lengkang lagi terampas paksa gundahmu)
"ray"?
Ada senyum manis yang terbentuk lagi dibibir tipisnya
"aku sayang loe ken " bisikmu meraihku ,membenamkanku dalam pelukkan
"aku juga ray"
Bisikku menatap mesra padanya
Bulan & Bintang 6-1-2011
Entah lelucon apa yang tadi telah dibuatnya
Ku rasa tidak ada
"nertawain apa ? Tanyaku mulai penasaran
"ga ada " jawabnya mengelus rambutku
"bohong ,masak ga ada bisa tertawa cekikikan begitu " protesku sambil pura pura memasang muka masam
"yach ,yach , ingat sesuatu yang menurutku lucu "
"apa "? Aku ancang ancang masang telinga
"aku ga bisa hidup tanpamu" "hahahahaha" aku pun ikut tertawa melihat gayanya berpraktek jenaka dan aku sudah cukup mengerti maksudnya
"kau bahagia seperti ini ? Tanyaku meneliti wajahnya
Dia melirikku seraya menghembuskan asap rokoknya
"bahagia , kau sendiri bagaimana "?
Aku mengernyitkan dahi
"harus bahagia "jawabku sambil mengambil alih rokok dari tangan nya
"ini ga gampang ken "?
"malah terkesan berat "sahutku sebelum raya melanjutkan kata katanya
"dan apa yang membuat mu kuat dan sanggup untuk itu ?balasku
"keyakinan dan rasa ini "
"loe sendiri"?
"tak lain adalah kau sendiri yang membuatku mampu , tentang cinta ? Kuyakin dialah tokoh utamanya"
"Hehehe"jawabku sok dewasa
(Jika cinta memanggilmu ikuti jalan nya meski terjal berliku
By Dewa )
"ray, setuju tidak kalau cinta itu tak bersyarat "?
"setuju "
"ga ada yang terpaksa demi cinta semua dilakukan suka rela "?
"bener nich ,suka rela "?
"heeh ,"jawabnya manggut manggut
"berani memilih dan berani memutuskan " tambah ku
"yup, seperti hal nya aku telah memilihmu "
"so sweet, manis sekali kau hari ini raya "triak ku sambil mengacak ngacak rambutnya
Aku menunduk tiba tiba gamang akan kebahagian yang kami rasakan
Jalanan yang kan terlewati tak lepas dari duri
Meruncing setiap saat siap menancapi hati kami
"Huh cengeng"
Kenapa mesti dibayangkan , bukankah raya pernah bilang
Anggap saja dunia ini hanya kita yang menghuninya
"tapi ,diluar sana banyak mata yang ga suka melihatnya ,banyak mulut yang akan membicarakannya ,dan pasti banyak cerca yang kan dipanennya
"bengong ,tawanya menguap kemana ?tepukan raya dipipiku menyadarkan aku
"disana , " tunjuk ku pada awan
(Aku tahu gundahmu ken ,tersirat dari matamu ,senyummu yang kadang tampak samar tapi aku sudah terlalu mahir tuk membacanya
,kecemburuan mu sebenarnya adalah hal biasa jangan kau kira aku tak bisa mencemburui mu juga
Sudah terlalu banyak telingamu
mendengar
Sama
Tapi aku berlagak cuek saja
Nyanyian angin yang bersimponi sudah penuh menyesaki dada kami
Anggap saja itu tetabuhan dan backsound yang indah ,gempuran yang membuatnya akan semakin terlihat kokoh )
"bengong senyum nya memraib kemana"? Kataku balasku balik menggodanya
"kau rampas semuanya "
Sahutnya tanpa dosa
"nglihatin apa "?
Tanyaku malu malu ditatapinya begitu
(Sesungguhnya kau cantik seperti itu ,jika airmata tak menyinggahi mata sendumu , aku jadi berjanji kapan senyum itu tak akan lengkang lagi terampas paksa gundahmu)
"ray"?
Ada senyum manis yang terbentuk lagi dibibir tipisnya
"aku sayang loe ken " bisikmu meraihku ,membenamkanku dalam pelukkan
"aku juga ray"
Bisikku menatap mesra padanya
Bulan & Bintang 6-1-2011
Selasa, 04 Januari 2011
Kiranya Cinta Tak Bermata ( 1 )
"aku suka ma loe " ucapnya menyambar lenganku ,
"aku benar benar jatuh cinta ma loe " ulangnya gemas menghadapi kebisuaanku
"jawab aku"? Tambahnya menggoyang goyang pundak ku
Aku mundur selangkah ,menarik berat nafasku ,bagaimana aku harus menjawab pertanyaan itu?
Aku tahu ,dia terlalu baik untukku ,tapi sungguh aku tak pernah membayangkan kalau kebersamaan ini akan berubah arah begini
Dia mendekat lagi
"jangan menghindariku begini ,aku tahu kau juga sayang padaku ,kenapa kau mesti munafik akan hal itu"?
Aku mulai terisak ,ketika tersudut oleh semua terkanya tentang hatiku
"kau juga sayang aku kan ? Desakmu
"Aku tahu kau memang tak cukup punya keberanian untuk mengakuinya ,tapi matamu tak akan pernah bisa kau bohongi bahwa kau sama resahnya sepertiku "
"Benar"
Ucapan mu tak salah sayang " sahut bahtinku membenarkan
("hai "
"hai ,juga "sahutku membalas senyumnya
"raya "ucapmu memperkenalkan diri
"kenya "
"loe cantik "pujimu
"loe juga cakep "balasku
Lagi lagi aku hanya tersenyum ketika ku dapati dia mencuri curi pandang kearahku
"norak " desisku sambil menyulut rokokku
"ngrokok juga yach ?
Aku hanya mengacungkan rokokku tepat didepan hidungnya, tapi opps
"cewe secantik kamu ga pantes ngrokok " sergahmu mengambil alih rokok yang terjepit disela sela jariku
,aku hanya nyengir mengamati dia yang sedang asik menikmati rokok rampasannya
"bagi dong "!, itu tadi kan rokokku "
Aku tahu dari tempatmu duduk kau tak bosan bosannya memperhatikan aku
"ken ,pinjem hpnya boleh ga"? Bisikmu ditelingaku
"nich "ku ulurkan ponselku
"thanks "
Hanya sebentar ponselku sudah berbalik lagi padaku
Tiga hari berikutnya
"mat pagi cantik " pagi juga " balasku menerka nerka siapa pengirimnya
Oh kiranya raya curang rupanya pinjam hp kemarin hanya untuk mengetahui nomorku
"aku tersenyum sendiri ,asyik juga cewe enerjik itu ,kesannya dingin tapi entahlah trasa ga rugi juga mengenalnya
Waktulah yang membuatnya begitu
Tanpa aku sadari hari hari itu merekatkan kami
Aku menjelma bayangan raya
Dan raya adalah penjelmaanku
Raya tong sampah menampung keluh kesahku
Tempat teraman untuk membagi gundahku
Yang tak akan kulewati untuk menikmati tawaku ,aku slalu ingin membagi apapun yang kudapatkan dalam hidupku
Tak jauh beda raya denganku
Tergantung melekat menyatu
Ntahlah kapan disadari akan hadirnya
Ini bukan lah hal biasa
Sore itu membuatku melarikan diri ,kemarin aku masih bisa tertawa lucu mendengarnya
.tatkala raya mengucapkan kata "cemburu "ketika ada cowo menyenggolku
"sekarang aku lebih cemburu melihat ada gadis menggelayut manja dilenganmu
"dan yang membuatku ngilu ditempat itu pula kau menyadari gelagatku ,tanpa basa basi kau menciumku
"Aku jatuh cinta padamu ken "
)
"ken " panggilmu menyusut airmataku
Aku mengerjap lemah ,wajah rupawan yang beberapa hari ini ku hindari
(Aku rindu .pada candanya selama penyepianku
)
"jangan pergi lagi yach "!!?
Sepi tanpa ceracaumu
(Aku harus kembali menjadi apa buatmu "? )
("kenya"
Adakalanya sebuah hati tak siap untuk menerima kenyataan ,tapi inilah ,ntah pertanyaan ini kemana pantas ditujukan ?
Kenapa aku jatuh cinta padamu ,gadis ayu serupa sama wujudku
Dan kenapa
Kau juga rasakan hal yang sama
Bukan kah kau juga tahu
Aku adalah kembang sejenismu
Yang mencoba bersanding dalam satu fas kehidupan
Inikah cinta yang serupa ujian "?
Aku tak bisa menjawabnya kenya
Yang kutahu aku tak sanggup menolak hadirnya
Bulan & Bintang 4-1-2011
"aku benar benar jatuh cinta ma loe " ulangnya gemas menghadapi kebisuaanku
"jawab aku"? Tambahnya menggoyang goyang pundak ku
Aku mundur selangkah ,menarik berat nafasku ,bagaimana aku harus menjawab pertanyaan itu?
Aku tahu ,dia terlalu baik untukku ,tapi sungguh aku tak pernah membayangkan kalau kebersamaan ini akan berubah arah begini
Dia mendekat lagi
"jangan menghindariku begini ,aku tahu kau juga sayang padaku ,kenapa kau mesti munafik akan hal itu"?
Aku mulai terisak ,ketika tersudut oleh semua terkanya tentang hatiku
"kau juga sayang aku kan ? Desakmu
"Aku tahu kau memang tak cukup punya keberanian untuk mengakuinya ,tapi matamu tak akan pernah bisa kau bohongi bahwa kau sama resahnya sepertiku "
"Benar"
Ucapan mu tak salah sayang " sahut bahtinku membenarkan
("hai "
"hai ,juga "sahutku membalas senyumnya
"raya "ucapmu memperkenalkan diri
"kenya "
"loe cantik "pujimu
"loe juga cakep "balasku
Lagi lagi aku hanya tersenyum ketika ku dapati dia mencuri curi pandang kearahku
"norak " desisku sambil menyulut rokokku
"ngrokok juga yach ?
Aku hanya mengacungkan rokokku tepat didepan hidungnya, tapi opps
"cewe secantik kamu ga pantes ngrokok " sergahmu mengambil alih rokok yang terjepit disela sela jariku
,aku hanya nyengir mengamati dia yang sedang asik menikmati rokok rampasannya
"bagi dong "!, itu tadi kan rokokku "
Aku tahu dari tempatmu duduk kau tak bosan bosannya memperhatikan aku
"ken ,pinjem hpnya boleh ga"? Bisikmu ditelingaku
"nich "ku ulurkan ponselku
"thanks "
Hanya sebentar ponselku sudah berbalik lagi padaku
Tiga hari berikutnya
"mat pagi cantik " pagi juga " balasku menerka nerka siapa pengirimnya
Oh kiranya raya curang rupanya pinjam hp kemarin hanya untuk mengetahui nomorku
"aku tersenyum sendiri ,asyik juga cewe enerjik itu ,kesannya dingin tapi entahlah trasa ga rugi juga mengenalnya
Waktulah yang membuatnya begitu
Tanpa aku sadari hari hari itu merekatkan kami
Aku menjelma bayangan raya
Dan raya adalah penjelmaanku
Raya tong sampah menampung keluh kesahku
Tempat teraman untuk membagi gundahku
Yang tak akan kulewati untuk menikmati tawaku ,aku slalu ingin membagi apapun yang kudapatkan dalam hidupku
Tak jauh beda raya denganku
Tergantung melekat menyatu
Ntahlah kapan disadari akan hadirnya
Ini bukan lah hal biasa
Sore itu membuatku melarikan diri ,kemarin aku masih bisa tertawa lucu mendengarnya
.tatkala raya mengucapkan kata "cemburu "ketika ada cowo menyenggolku
"sekarang aku lebih cemburu melihat ada gadis menggelayut manja dilenganmu
"dan yang membuatku ngilu ditempat itu pula kau menyadari gelagatku ,tanpa basa basi kau menciumku
"Aku jatuh cinta padamu ken "
)
"ken " panggilmu menyusut airmataku
Aku mengerjap lemah ,wajah rupawan yang beberapa hari ini ku hindari
(Aku rindu .pada candanya selama penyepianku
)
"jangan pergi lagi yach "!!?
Sepi tanpa ceracaumu
(Aku harus kembali menjadi apa buatmu "? )
("kenya"
Adakalanya sebuah hati tak siap untuk menerima kenyataan ,tapi inilah ,ntah pertanyaan ini kemana pantas ditujukan ?
Kenapa aku jatuh cinta padamu ,gadis ayu serupa sama wujudku
Dan kenapa
Kau juga rasakan hal yang sama
Bukan kah kau juga tahu
Aku adalah kembang sejenismu
Yang mencoba bersanding dalam satu fas kehidupan
Inikah cinta yang serupa ujian "?
Aku tak bisa menjawabnya kenya
Yang kutahu aku tak sanggup menolak hadirnya
Bulan & Bintang 4-1-2011
Senin, 03 Januari 2011
Pengantin Kecilku ( 4 )
Aku hanya duduk ditepian ranjang dengan mata yang menerawang
Kenapa sepi ini seperti sengaja tak mau mengampuni aku
Aku melirik malas tumpukan novel dan buku cerita sudah tak menggairahkan untuk ku baca
Aku menjatuhkan tubuhku kembali
Bingung bagaimana membunuh jengah
Tiba tiba aku bangkit dari rebahanku
Bergerak pelan pada laptopku
Menulis kayaknya masih ga ada ide untuk memulai cerita
Kusingkirkan laptop ku kepinggir meja ,kemudian mengambil alih laptop nadia yang sengaja ditinggal dikamarku
Pelan namun pasti aku mulai membukanya
Nadia centil
Begitu nama akun facebooknya
Aneka ragam tulisan yang kucermati
Kadang membuatku tertawa geli sendiri
Lumayan terhibur membaca komen yang aneh aneh itu ,
Aku bernafas lega
Hampir satu jam menjarah isi laptop nadia
Kejenuhan itu sedikit sirna
Tanganku bergerak lincah .beralih tempat ke Ym nya
Hampir semua nama pada posisi online
Kursor kunaik turunkan bingung mencari pilihan
Namanya keren keren nyentrik pula tapi tak ada yang menggoda
Mataku berhenti pada nama
"NOCTURNO"
Angin malam ,desisku membatin
Nocturno
"nadia centilll"
Ntahlah kekuatan apa yang mengerakkan aku untuk menjawabnya
Nadia centil
"aku bukan nadia " ketikku menjawabnya
NOCTURNO
"pasti melati"
Jawaban yang kuterima
Aku mengerjap takjub kenapa bisa begitu benar menebak keberadaanku dibelakang pengetikkan jawaban itu ,
Nadia centil
"kok tahu "? Tanyaku mulai penasaran
NOCTURNO
"ntahlah hatiku yang menuntunku untuk mengatakan itu "
NOCTURNO
"aku irwan, pa kabar mel "?
Nadia centil
"baik "
NOCTURNO
"gi apa "?
Nadia centil
"ga ada "
Obralan itu terus berlanjut ,tanpa sadar hampir seharian aku betah duduk berlama lama disitu
Saat kami sepakat untuk mengakhiri jam bekerku sudah menunjukkan jam delapan malam
Minggu pagi irwan mengajak ku bertemu dan akupun menyanggupi
Tanpa sepengetahuan nadia tentunya
Ntahlah ini kebetulan atau memang sudah saatnya
Kalau jodoh takkan lari kemana ,
Hanya sabar menunggu waktu saja
ANDRIES 3-1-2011
Kenapa sepi ini seperti sengaja tak mau mengampuni aku
Aku melirik malas tumpukan novel dan buku cerita sudah tak menggairahkan untuk ku baca
Aku menjatuhkan tubuhku kembali
Bingung bagaimana membunuh jengah
Tiba tiba aku bangkit dari rebahanku
Bergerak pelan pada laptopku
Menulis kayaknya masih ga ada ide untuk memulai cerita
Kusingkirkan laptop ku kepinggir meja ,kemudian mengambil alih laptop nadia yang sengaja ditinggal dikamarku
Pelan namun pasti aku mulai membukanya
Nadia centil
Begitu nama akun facebooknya
Aneka ragam tulisan yang kucermati
Kadang membuatku tertawa geli sendiri
Lumayan terhibur membaca komen yang aneh aneh itu ,
Aku bernafas lega
Hampir satu jam menjarah isi laptop nadia
Kejenuhan itu sedikit sirna
Tanganku bergerak lincah .beralih tempat ke Ym nya
Hampir semua nama pada posisi online
Kursor kunaik turunkan bingung mencari pilihan
Namanya keren keren nyentrik pula tapi tak ada yang menggoda
Mataku berhenti pada nama
"NOCTURNO"
Angin malam ,desisku membatin
Nocturno
"nadia centilll"
Ntahlah kekuatan apa yang mengerakkan aku untuk menjawabnya
Nadia centil
"aku bukan nadia " ketikku menjawabnya
NOCTURNO
"pasti melati"
Jawaban yang kuterima
Aku mengerjap takjub kenapa bisa begitu benar menebak keberadaanku dibelakang pengetikkan jawaban itu ,
Nadia centil
"kok tahu "? Tanyaku mulai penasaran
NOCTURNO
"ntahlah hatiku yang menuntunku untuk mengatakan itu "
NOCTURNO
"aku irwan, pa kabar mel "?
Nadia centil
"baik "
NOCTURNO
"gi apa "?
Nadia centil
"ga ada "
Obralan itu terus berlanjut ,tanpa sadar hampir seharian aku betah duduk berlama lama disitu
Saat kami sepakat untuk mengakhiri jam bekerku sudah menunjukkan jam delapan malam
Minggu pagi irwan mengajak ku bertemu dan akupun menyanggupi
Tanpa sepengetahuan nadia tentunya
Ntahlah ini kebetulan atau memang sudah saatnya
Kalau jodoh takkan lari kemana ,
Hanya sabar menunggu waktu saja
ANDRIES 3-1-2011
Sabtu, 01 Januari 2011
Pengantin Kecilku ( 3 )
"ya, ampun loe masih berantakkan gitu "protes nadia tiba tiba sudah nylonong
Masuk kekamarku
"mang mau kemana"? Tanyaku masih menekuni buku yang kupegang
"loe ingat ga sich ,nich hari apa "?
"malam minggu "
"kita dah janjian ma irwan untuk ngedate kan"ucap nadia mengingatkan
Aku alihkan pandanganku ,kemakluk super cerewet yang sudah terlihat rapi seperti orang mau resepsi itu
"yang bikin janji kan loe bukan gw .nad "
"tapi ini untuk kalian berdua "
"gw ga pergi yach, malas "
"ga bisa ,loe jangan ngancurin muka gw ,dengan penolakan mu ,itu namanya ingkar janji mel "
"kok loe serius banget sich "? Protes pada kegigihan nadia tentang janji , sejak kapan dia tahu artinya janji itu ga boleh ingkar
"aku ga pergi ,salam buat irwan mu , bilang aja melati sibuk ,"
ga ada reaksi apapun dari si mulut bebek centil itu ,diam seperti kehabisan batre hening
Aku beringsut menepuk nepuk lembut pundaknya
"please, jangan marah yach, aku ga bermaksud ngancurin kariermu sebagai comblang ,mungkin belum reziki mu, dan mungkin juga sebenarnya irwan bukan soulmate ku yang kau temu kan "
Ada anggukan kecil serta kedipan mata bulat nadia ,seketika aku lega
Ga jadi bahan percobaan untuk proyek asal asalan
Ga ada pertemuan keinginan irwan dan harapan nadia berhenti hanya sebatas bayang
...............,
Enam bulan sejak insiden penolakan kencan malam minggu itu, nadia seperti trauma untuk berusaha mengenal kan teman teman nya padaku
Sebenarnya tidak ada yang salah pada diriku
Aku bukan tipe cewe yang anti cowo ,aku masih butuh figur laki laki
Aku hanya ingin menjalinnya hati hati dan biar ku temukan sendiri
Walau kadang nadia masih suka perpesan ,aku ga seleluasa dulu menemanimu ,aku udah ada Rio yang harus ku bagi perhatian dan waktunya dengan mu
Aku hanya mengangguk tanda maklum
Sejak nadia punya pacar otomatis aku lebih banyak menghabis waktu sendirian ,bosan jalan jalan aku memutuskan untuk cepat cepat pulang kerumah mencoba resep resep baru yang sengaja ku kumpulkan dari majalah
Tetap saja itu bukan hiburan yang menyenangkan
Karna hampir hampir itu itu saja yang ku kerjakan
Buku juga udah setumpuk yang ku lahap dalam seminggu
Jenuh ,dan entah tiba tiba aku merasa sendiri
Hampa kiranya mulai hadir menyelimuti ruang kamarku yang sunyi lebih lebih dikedalaman hatiku
Senyap
ANDRIES 02-1-2011
Masuk kekamarku
"mang mau kemana"? Tanyaku masih menekuni buku yang kupegang
"loe ingat ga sich ,nich hari apa "?
"malam minggu "
"kita dah janjian ma irwan untuk ngedate kan"ucap nadia mengingatkan
Aku alihkan pandanganku ,kemakluk super cerewet yang sudah terlihat rapi seperti orang mau resepsi itu
"yang bikin janji kan loe bukan gw .nad "
"tapi ini untuk kalian berdua "
"gw ga pergi yach, malas "
"ga bisa ,loe jangan ngancurin muka gw ,dengan penolakan mu ,itu namanya ingkar janji mel "
"kok loe serius banget sich "? Protes pada kegigihan nadia tentang janji , sejak kapan dia tahu artinya janji itu ga boleh ingkar
"aku ga pergi ,salam buat irwan mu , bilang aja melati sibuk ,"
ga ada reaksi apapun dari si mulut bebek centil itu ,diam seperti kehabisan batre hening
Aku beringsut menepuk nepuk lembut pundaknya
"please, jangan marah yach, aku ga bermaksud ngancurin kariermu sebagai comblang ,mungkin belum reziki mu, dan mungkin juga sebenarnya irwan bukan soulmate ku yang kau temu kan "
Ada anggukan kecil serta kedipan mata bulat nadia ,seketika aku lega
Ga jadi bahan percobaan untuk proyek asal asalan
Ga ada pertemuan keinginan irwan dan harapan nadia berhenti hanya sebatas bayang
...............,
Enam bulan sejak insiden penolakan kencan malam minggu itu, nadia seperti trauma untuk berusaha mengenal kan teman teman nya padaku
Sebenarnya tidak ada yang salah pada diriku
Aku bukan tipe cewe yang anti cowo ,aku masih butuh figur laki laki
Aku hanya ingin menjalinnya hati hati dan biar ku temukan sendiri
Walau kadang nadia masih suka perpesan ,aku ga seleluasa dulu menemanimu ,aku udah ada Rio yang harus ku bagi perhatian dan waktunya dengan mu
Aku hanya mengangguk tanda maklum
Sejak nadia punya pacar otomatis aku lebih banyak menghabis waktu sendirian ,bosan jalan jalan aku memutuskan untuk cepat cepat pulang kerumah mencoba resep resep baru yang sengaja ku kumpulkan dari majalah
Tetap saja itu bukan hiburan yang menyenangkan
Karna hampir hampir itu itu saja yang ku kerjakan
Buku juga udah setumpuk yang ku lahap dalam seminggu
Jenuh ,dan entah tiba tiba aku merasa sendiri
Hampa kiranya mulai hadir menyelimuti ruang kamarku yang sunyi lebih lebih dikedalaman hatiku
Senyap
ANDRIES 02-1-2011
Pengantin Kecilku ( 2 )
Aku hanya mampu menatapi irwan yang dengan lahap memasukkan sendok demi sendok makanan kemulutnya
Ada kebahagian yang kulihat tergambar jelas digaris garis wajahnya
Sosok yang kukenal secara tak sengaja itu lewat selembar foto yang kebetulan diunggah oleh teman SMA ku
"Mel ,muka loe laku pas gw pajang di facebook kemarin ,temen gw nanyain loe terus katanya pingn kenal "
"asem ,cewe cakep cakep sebanyak itu cuma loe doang yang ditanyain "
"muka muka kayak loe nich mel ,suka bikin orang penasaran " cerocos nadia tanpa jeda
"ngomong apa nad "?
"ya ampun mel ,gw dah semangat 45 kayak gini ngasih pengumuman ini ,loe masih ga dengar "?
"terlalu semangat, dan kecepatan pengumumannya ,coba kalau pakai titik, koma , pasti ga perlu di ulang tuch woro woronya "
"asem kamu mel ,dengarin yach, terpaksa gw ulang nich ,
Temen gw ada yang naksir loe namanya irwan "
"oalah ,hobby loe jeprat jepret foto kemudian diunggah buat jalan pembuka biro jodoh yang bakal loe dirikan yach " selaku menggodanya
" profile gw ada tulisan apa aja nich ,kok gw cepat lagu gini ,"?
"ngomong ngomong buat promosin melati free kan ga ada biaya tambahan "?
" mel ,kok jadi loe ikut cerewet sich "? Secobot nadia memotongku
"dia pingin ketemu ma loe malam minggu besok ,mau yach ? Biar loe kemana kemana ga sendiri "
"kan ada loe " sentil ku di hidungnya
"gw dah waktunya cuti jadi bodyguard loe , ntar keseringan jalan berdua kita dikira lesbian bikin mati pasaran "
"hahahahahaha
Aku tidak bisa menahan tawaku ,ada kenikmatan tersendiri melihat nadia nyerocos begini
Mungkin batrei yang dipakai dia super
Jadi ga berhenti henti
"oh critanya loe merasa keberatan jadi asisten gw?
Jadi pakai acara comblang combangan segala ?
Dapat bayaran berapa loe dari irwan ?godaku lagi
"hidup memang butuh biaya ,tapi dalam hal ga ada istilah matre atau mata duitan ,demi kebahagianmu semuanya free deh "
"irwan buat aku ,loe sendiri dapat siapa? Sehari semalam ngelembur berselancar didunia maya kayak gitu "
"ini masalah keberuntungan mel ,mataku yang pegel didepan laptop eh malah loe yang kerjaan nya baca mulu malah laku, dewi fortuna lagi sayang ma kamu buktinya tanpa kepo kayak aku ,eh tahu tahu ada jodoh yang dikirimkan buatmu "
"bukan nya itu kerja kerasmu "jitak ku pada jidatnya
Hehehe
Minggu besok temui dia yach "?
"anggap aja kelinci percobaanku ,loe sukses biro jodohku resmi ku buka "
Hahahahahaha
Ngayal nya kejauhan
......
ANDRIES 01-1-2011
Ada kebahagian yang kulihat tergambar jelas digaris garis wajahnya
Sosok yang kukenal secara tak sengaja itu lewat selembar foto yang kebetulan diunggah oleh teman SMA ku
"Mel ,muka loe laku pas gw pajang di facebook kemarin ,temen gw nanyain loe terus katanya pingn kenal "
"asem ,cewe cakep cakep sebanyak itu cuma loe doang yang ditanyain "
"muka muka kayak loe nich mel ,suka bikin orang penasaran " cerocos nadia tanpa jeda
"ngomong apa nad "?
"ya ampun mel ,gw dah semangat 45 kayak gini ngasih pengumuman ini ,loe masih ga dengar "?
"terlalu semangat, dan kecepatan pengumumannya ,coba kalau pakai titik, koma , pasti ga perlu di ulang tuch woro woronya "
"asem kamu mel ,dengarin yach, terpaksa gw ulang nich ,
Temen gw ada yang naksir loe namanya irwan "
"oalah ,hobby loe jeprat jepret foto kemudian diunggah buat jalan pembuka biro jodoh yang bakal loe dirikan yach " selaku menggodanya
" profile gw ada tulisan apa aja nich ,kok gw cepat lagu gini ,"?
"ngomong ngomong buat promosin melati free kan ga ada biaya tambahan "?
" mel ,kok jadi loe ikut cerewet sich "? Secobot nadia memotongku
"dia pingin ketemu ma loe malam minggu besok ,mau yach ? Biar loe kemana kemana ga sendiri "
"kan ada loe " sentil ku di hidungnya
"gw dah waktunya cuti jadi bodyguard loe , ntar keseringan jalan berdua kita dikira lesbian bikin mati pasaran "
"hahahahahaha
Aku tidak bisa menahan tawaku ,ada kenikmatan tersendiri melihat nadia nyerocos begini
Mungkin batrei yang dipakai dia super
Jadi ga berhenti henti
"oh critanya loe merasa keberatan jadi asisten gw?
Jadi pakai acara comblang combangan segala ?
Dapat bayaran berapa loe dari irwan ?godaku lagi
"hidup memang butuh biaya ,tapi dalam hal ga ada istilah matre atau mata duitan ,demi kebahagianmu semuanya free deh "
"irwan buat aku ,loe sendiri dapat siapa? Sehari semalam ngelembur berselancar didunia maya kayak gitu "
"ini masalah keberuntungan mel ,mataku yang pegel didepan laptop eh malah loe yang kerjaan nya baca mulu malah laku, dewi fortuna lagi sayang ma kamu buktinya tanpa kepo kayak aku ,eh tahu tahu ada jodoh yang dikirimkan buatmu "
"bukan nya itu kerja kerasmu "jitak ku pada jidatnya
Hehehe
Minggu besok temui dia yach "?
"anggap aja kelinci percobaanku ,loe sukses biro jodohku resmi ku buka "
Hahahahahaha
Ngayal nya kejauhan
......
ANDRIES 01-1-2011
Langganan:
Postingan (Atom)
