Jumat, 07 Januari 2011

Kiranya Cinta Tak Bermata ( 3 )

Gerimis kini mulai menderas hujan ,aku hanya menatapinya dari balik jendela kamar kita

Rinai hujan itu seolah smakin menenggelamkan aku ,menambahkan mendung yang kian menggelayut tebal diatmofir hatiku

Jika tak malu ,mungkin aku sudah memdahui hujan itu untuk membajari mataku dengan tangis

Beruntung hidup yang kujalani tak mendidik dan membentuk aku untuk menjadi pribadi yang cengeng
Tapi harus ku akui hatiku merapuh
Bahkan aku terhanyut dalam kesedihanku

("hujannya deras banget ,tidur kita akan terasa lebih nyenyak malam ini ray")

Begitulah kata katamu setiap hujan menjelang datang
"hawanya sendu aku suka ray "

Tapi malam ini beda
hujan yang katamu membuat tidur kita kan nyenyak terbuai mimpi ,kurasa hujan kali ini tak akan bisa membuat mataku memicing bahkan mengantuk pun belum tentu aku akan mampu
Aku terlalu resah memikirkanmu
Menelan makanankupun aku kesulitan
Tanpamu hari hariku terasa tersiksa

"maafkan aku kembali ken "!

"kurasa terlalu berat rasa kesepian itu buatku "


Hujan itu belum juga mau mereda kiranya
Sama seperti aku yang tak bergeser dari tempat duduk ku semula
Aku terlalu betah disana
Menikmati penggalan pengalan cerita kita ,yang berseliweran , terputar ulang dalam ingatan

"kenya ,adakah gelisahmu sama ?

tak seharusnya pertengkaran itu mewarnai kisah kita , dan kini rasa bersalah itu mengutuki
lagi lagi   ,saat itu membayang kembali,berseliweran dalam ingatan


"kau ,menangis kenapa "?
Tanyaku ketika melihatmu duduk didepan kaca segede pintu itu

"aku sedih " isakmu nelangsa

"kenapa lagi"?tanyaku benar benar tak mengerti ,dengan sambutan tangisnya ketika  mataku telah menangkap sosoknya ,meringkuk disudut sofa

"kau cinta aku kan ?ulangku mencoba menyalurkan keyakinan

"masihkah kau tak percaya "tanyamu masih belum faham maksudku

"tadi siang loe datang ketempat kerjaku ngapain ,dan apa yang kau lakukan pada irwan "?

Aku menghela nafasku kini baru kumengerti arah pembicaraan mu mungkin tempatmu kerja telah ramai karna ulahku tadi siang
Mengancam irwan yang terang terang menggoda dan cinta mati padamu

"aku cemburu " jawabku ringan

"kau tahu apa akibatnya buatku "?

"apa"?

"aku jadi bulan bulanan mereka, semua memandang rendah padaku
Dan kau bisa tebak sendiri aku merasa asing dan tak nyaman berada dikomunitas kerjaku , kau terlalu gegabah , aku tak punya muka ,aku malu "pekikmu mungkin geram padaku

"bukankah kau tahu resiko hubungan kita ,cepat atau lambat dunia akan mengunjing kita ,berapa lama kau akan mampu menutupi dan berpura pura "?

 "kau terlalu tergesa gesa "

"oh ,kau keberatan rupanya ,aku menantang irwan yang menjadi pemuja setiamu "? ,apakah kau masih peduli dengan harga dirimu , kau masih meragukan aku bahwa aku mampu membahagiakan mu , bukankah kau cinta aku "?
Kenapa kau masih tak kebal orang orang itu mencemohmu "
Cercaku mulai kesal
Tak kupedulikan lagi airmatanya yang berlinangan ,

"kau terlalu pecemburu "

"karna aku terlalu mencintaimu ,dan jangan bohong kau cinta aku jugakan "?
Berondongku kian kesal

"sudahlah jangan munafik sama keadaan "

"siapa yang munafik ? Triakmu kiranya tersinggung dengan kata kataku

"kamu "

"ga " jawabmu begitu terdengar sengit ditelingaku

"lalu apa bedanya ,apa arti dari tangismu,"?

"sudahlah percuma berdebat denganmu , kau slalu menuntut menang dan aku kau sudutkan dengan pembenaranmu ray , kau pecemburu " bla bla bla kau balik membalasku

"ken ,kau mau kemana"? Tarikku pada lengannya

"pergi " balasmu mengibaskan tanganku

Aku melemah melepaskan cengkramanku
Aku terlalu gengsi mencegahmu
Ku yakin kekuatan cinta  itu akan mengembalikan mu padaku

mataku memanas,ternyata kau terlalu berharga buatku


"ken ,menyesal aku tak mencengahmu ,tiga malam sudah menunggumu ,mengawasi pintu berharap kau membukanya dan kaulah berdiri disana, pengharapanku hampa ,mencari jejakmu entah dimana ?
"kenya kembalilah jangan kau buat aku gila

Bulan & Bintang 7-1-2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar