Kamis, 06 Januari 2011

Kiranya Cinta Tak Bermata ( 2 )

"hahaha" tawanya mengema
Entah lelucon apa yang tadi telah dibuatnya
Ku rasa tidak ada

"nertawain apa ? Tanyaku mulai penasaran
"ga ada " jawabnya mengelus rambutku
"bohong ,masak ga ada bisa tertawa cekikikan begitu " protesku sambil pura pura memasang muka masam
"yach ,yach , ingat sesuatu yang menurutku lucu "
"apa "? Aku ancang ancang masang telinga
"aku ga bisa hidup tanpamu" "hahahahaha" aku pun ikut tertawa melihat gayanya berpraktek jenaka dan aku sudah cukup mengerti maksudnya


"kau bahagia seperti ini ? Tanyaku meneliti wajahnya
Dia melirikku seraya menghembuskan asap rokoknya
"bahagia , kau sendiri bagaimana "?
Aku mengernyitkan dahi
"harus bahagia "jawabku sambil mengambil alih rokok dari tangan nya

"ini ga gampang ken "?
"malah terkesan berat "sahutku sebelum raya melanjutkan kata katanya
"dan apa yang membuat mu kuat dan sanggup untuk itu ?balasku
"keyakinan dan rasa ini "
"loe sendiri"?
"tak lain adalah kau sendiri yang membuatku mampu , tentang cinta ? Kuyakin dialah tokoh utamanya"
"Hehehe"jawabku sok dewasa

(Jika cinta memanggilmu ikuti jalan nya meski terjal berliku

By Dewa )

"ray, setuju tidak kalau cinta itu tak bersyarat "?
"setuju "
"ga ada yang terpaksa demi cinta semua dilakukan suka rela "?
"bener nich ,suka rela "?
"heeh ,"jawabnya manggut manggut
"berani memilih dan berani memutuskan " tambah ku
"yup, seperti hal nya aku telah memilihmu "
"so sweet, manis sekali kau hari ini raya "triak ku sambil mengacak ngacak rambutnya

Aku menunduk tiba tiba gamang akan kebahagian yang kami rasakan

Jalanan yang kan terlewati tak lepas dari duri
Meruncing setiap saat siap menancapi hati kami


"Huh cengeng"
Kenapa mesti dibayangkan , bukankah raya pernah bilang
Anggap saja dunia ini hanya kita yang menghuninya
"tapi ,diluar sana banyak mata yang ga suka melihatnya ,banyak mulut yang akan membicarakannya ,dan pasti banyak cerca yang kan dipanennya


"bengong ,tawanya menguap kemana ?tepukan raya dipipiku menyadarkan aku
"disana , " tunjuk ku pada awan

(Aku tahu gundahmu ken ,tersirat dari matamu ,senyummu yang kadang tampak samar tapi aku sudah terlalu mahir tuk membacanya
,kecemburuan mu sebenarnya adalah hal biasa jangan kau kira aku tak bisa mencemburui mu juga

Sudah terlalu banyak telingamu
mendengar
Sama
Tapi aku berlagak cuek saja

Nyanyian angin yang bersimponi sudah penuh menyesaki dada kami

Anggap saja itu tetabuhan dan backsound yang indah ,gempuran yang membuatnya akan semakin terlihat kokoh )


"bengong senyum nya memraib kemana"? Kataku balasku balik menggodanya
"kau rampas semuanya "
Sahutnya tanpa dosa

"nglihatin apa "?
Tanyaku malu malu ditatapinya begitu

(Sesungguhnya kau cantik seperti itu ,jika airmata tak menyinggahi mata sendumu , aku jadi berjanji kapan senyum itu tak akan lengkang lagi terampas paksa gundahmu)

"ray"?
Ada senyum manis yang terbentuk lagi dibibir tipisnya
"aku sayang loe ken " bisikmu meraihku ,membenamkanku dalam pelukkan
"aku juga ray"
Bisikku menatap mesra padanya



Bulan & Bintang 6-1-2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar