Selasa, 11 Januari 2011

Pengantin Kecilku ( 5 )

Minggu
tepat jam sepuluh aku selesai mandi,kuikat rambut panjangku tinggi tinggi ,bersaput bedak tipis tipis dan seoles lipgloss yang kubalutkan kebibirku,kurasa sudah begini saja untuk tambilan wajahku kali ini.

mengenakan celana pendek sebatas lutut ,dengan kaos oblong bergambar mickey   mouse ,serta sepatu kets kebanggaanku
penampilan yang sangat biasa biasa saja untuk sebuah acara  janjian istimewa

aku berdiri beberapa menit dicermin, mengamati pantulan wajahku sendiri
seperti ini ,kurasa sudah cukup baik untuk sekedar dipandang

kata ibuku aku termasuk gadis yang lumayan cantik, jadi tidak perlu bermake up tebal untuk tampak menarik
hanya ketemuan bukan acara undangan

kuamati sekali lagi memastikan anggapan beberapa orang tentang parasku yang katanya lebih mirip keterunan cina daripada wajah jawanya

akh benarkah?
sampai disini aku tidak tahu tentang itu ,yang ku tahu dari dulu aku keturunan jawa tulen titik,tidak ditambahin lagi dengan koma

aku tertawa geli membayangkan pertemuanku nanti
"irwan aku datang memenuhi panggilanmu"
bisikku sebelum beranjak dari kaca itu


 Tepat jam sebelas tigapuluh lima menit aku sudah sampai ditempat yang telah ditentukan oleh irwan
sebuah taman dipinggiran kota

ntahlah apa yang membuatku tertarik untuk menerima tantangannya,dan kurasa ga ada salahnya untuk dicoba
aku melirik jam yang melingkar dipergelangan tanganku, hampir duapuluh lima menit berlalu , tapi yang ku tunggu belum memperlihatkan tanda tanda untuk muncul


"irwan"
ku eja nama itu lagi
dengan mata yang sibuk melanglang, menerka nerka seperti apa wujud dan rupa aslinya"


aku jadi tersenyum sendiri , membayangkan proyek isengku berujung pertemuan 
,irwan teman nadia yang dulu sempat ditawarkannya padaku ,kemudian aku hanya menanggapinya sebatas angin lalu, bahkan beberapa waktu aku sudah hampir melupakan namanya
nyatanya hari ini, kuluangkan waktu hanya untuk  menemuinya

copy darat, tanpa butuh lagi jasa seorang comblang ataupun makelar ,seolah  semua berjalan lancar tanpa hambatan
ada beberapa kecocokan yang kutemukan ,sehingga membuatku nyaman berteman dengannya


lagi lagi kulirik jam tanganku,setengah jam sudah terlampaui ,aku mulai gelisah
jam karet  juga rupanya
dimana? dan aku tidak mau cuma menerka nerka apakah dia lupa

kuraih ponsel dari dalam tasku
mencaba menanyakan dimana keberadaanya sekarang

belum sempat ku pencet nomor yang akan kuhubungi ,tampak seseorang  berjalan mendekat kearahku  bibirnya sudah kulihat menyunggingkan senyumnya yang menawan

"melati yach"?
sapanya ketika kami saling berhadapan
aku masih bisa mengingat dengan jelas intonasi suaranya yang ngebas
dengan yakin akupun mengangguk

"inilah irwan"
bisik hatiku memberi tahu

"jauh lebih cantik dari selembar foto yang tiap saat ku pandang"

aku bisa membayangkan mukaku pasti bersemu merah dadu, malu mendengar pujiannya
"norak" begitu fikirku mengejek diri sendiri

"makasih yach"ucapku menutupi kecanggunganku

"mel kok diam sich"?
suer aku benar benar salah tingkah diperhatikannya begitu

"nunggu loe yang ngomong"jawabku sekenanya

"benar aku boleh ngomong sesuatu"?
 aku beringsut menghadapnya,memberanikan diri mengamati dengan seksama garis garis tegas diwajahnya
seseorang yang menjadi teman curhatku beberapa malam
via phone kenapa buatku mengalir lancar obrolan itu keluar

sekarang saat dia berada tepat duduk didepanku ,mengamati juga wajahku
malah hening yang kurasa melingkupiku

tapi ada yang tak bisa ku inggkari , berdegup lebih kencang jantungku saat mata teduh itu menatapku seolah ingin menenggelapkan aku ditelaga matanya

"mel, kok jadi kaku yach" ucapnya menyadarkan kami 
tentang keheningan ini

aku hanya menggangguk menanggapi
aku menunduk lagi ketika mata teduhnya seperti tak pernah mau beralih untuk terus menatapiku

"bisa beku kalau kau perhatikan terus begitu aku"

"hehehehehe"

"ngetawain apa"? tanyaku curiga
"kita norak kayak anak SMA" tambahnya mengingatkan
"loe " balasku
"loe juga" balasmu tak mau kalah

"ini adalah....................."?ucapnya melirik lagi kearahku

"pertemuan yang kita rencanakan"sambungku sambil tersenyum

"biar berkesan....................."?
"jadi............................"?
"jangan diam diaman"
"lebih baik kitaaaaaaaaaaaa"?
"pesta aja" sahukut mulai tertawa 


"ayo ikut" tarikku pada tangannya
"kemena"?
"pesta,"jawabku memberi tahu
"aku tahu tempat makan  yang enak ada  juga menu mie goreng spesia kesukaanmul. jadi kita bersenang senang disana,merayakan pertemuaan kita dengan makan sepuasnya"tambahku sumringah

"siipppp, kita pergi sekarang"?
"heeh"

lagi lagi senyum mu mengakali aku untuk berhenti ditempatuku menikmatinya berlama

"mel,mudah mudahan ada pertemuan kedua ,ketiga,dan seterusnya,dan kuharap tiap tiap pertemuan itu seperti anak tangga yang akan selalu meningkat lebih tinggi sampai dia benar benar membawaku kepuncak tertinggi itu"
bisiknya ditelinggaku

senyumkulah yang ku gunakan untuk menjawab bisiknya tadi ,aku sendiri tak  tahu maksud dari senyumku selain sikap welcome yang kutawarkan ,untuk selanjutnya biarkanlah irwan yang mengartikanya sendiri


"ayo pergi"ajakmu menyambar tanganku
kubiarkan tanganku melunak dalam gandengannya aku hanya menurut dengan mengikuti langkah langkah kaki tegapnya
membimbingku

menuju ketempat dimana kami akan menggelar pesta sederhana
bersulang dengan cangkir cangkir teh manis nanti,

menandai pertemuan kami


ANDRIES 12-1-2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar