Rabu, 19 Januari 2011

Rumah Di Bulan ( bulan - 5 )

ENTAH

"kok kusut"? Tegurku pada gadis ayu yang duduk menopang dagu ,diberanda rumahku
,hanya menoleh sejenak kemudian melanjutkan aksi termenungnya


Aku bergerak ,mengambil duduk disampingnya ,ikut ikut melamun kiranya

Apakah lamunan kami sama?

Ntahlah

Mataku
Terpaku lama ,pada mawar biru layu tumbuh dalam potnya

Tak ada perkembangan yang berarti untuk masa pertumbuhan mawar merana itu

Ntahlah
Apakah aku kurang tekun merawatnya

Kurasa tidak
Mungkin memang membutuhkan waktu ,untuk menancapkan akar akarnya


"pacar loe gimana "? Tanyaku memecah hening didetik berikutnya

Ada tawa samar yang mengisyaratkan pupus harapan

"jalan ditempat "
Lanjutnya kemudian

"kenapa"? Tanyaku mulai tertarik mengajaknya berbincang

"ga perhatian ,terlalu sibuk, ga banyak waktu,dan aku hanya diurutan nomor kesekian "

"kok malah tertawa sich "
Masam mukanya memprotesku


"oh, hanya karna itu ,seperti bulan tersaput kabut , muram "

"heeh "

Kepalanya mengangguk angguk membenarkan

"aku kan cewe ,pingin juga diperhatikan ,diluangin waktu , tidak hanya teman dan pekerjaan "


Sampai disini
Aku termenung mendengar penuturannya yang terdengar kian samar dipendengaranku

Detik ini pula
Kelebat bayangmu mengacaukan aku bintang

Semakin kurasakan jarak itu membentang

Seperti kelu untuk sekedar menyapamu


Kau menjelma orang asing yang seperti tak kukenal

Pelan pelan
Seolah tawar

"kau sendiri gimana ma pacarmu ,apakah pacaran jarak jauh itu cukup membuatmu yakin,
Tentang perhatian, kasih sayang dan waktu dia buatmu , aku aja yang sering ketemu merasa kurang, apalagi kamu "


Hanya senyuman yang kulontarkan sebagai jawaban

Tapi di hatiku ,riuh menjawab sendiri

Kusikapi ini dengan tahu diri

Tapi naluriku sebagai perempuan tak jauh beda Sepertimu ,





10-1-2011
by
peri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar