Selasa, 04 Januari 2011

Kiranya Cinta Tak Bermata ( 1 )

"aku suka ma loe " ucapnya menyambar lenganku ,
"aku benar benar jatuh cinta ma loe " ulangnya gemas menghadapi kebisuaanku 
"jawab aku"? Tambahnya menggoyang goyang pundak ku 

Aku mundur selangkah ,menarik berat nafasku ,bagaimana aku harus menjawab pertanyaan itu? 


Aku tahu ,dia terlalu baik untukku ,tapi sungguh aku tak pernah membayangkan kalau kebersamaan ini akan berubah arah begini 

Dia mendekat lagi 
"jangan menghindariku begini ,aku tahu kau juga sayang padaku ,kenapa kau mesti munafik akan hal itu"? 

Aku mulai terisak ,ketika tersudut oleh semua terkanya tentang hatiku 

"kau juga sayang aku kan ? Desakmu 

"Aku tahu kau memang tak cukup punya keberanian untuk mengakuinya ,tapi matamu tak akan pernah bisa kau bohongi bahwa kau sama resahnya sepertiku "

"Benar"
Ucapan mu tak salah sayang " sahut bahtinku membenarkan


("hai "
"hai ,juga "sahutku membalas senyumnya
"raya "ucapmu memperkenalkan diri
"kenya "
"loe cantik "pujimu 
"loe juga cakep "balasku 

Lagi lagi aku hanya tersenyum ketika ku dapati dia mencuri curi pandang kearahku
"norak " desisku sambil menyulut rokokku 
"ngrokok juga yach ?
Aku hanya mengacungkan rokokku tepat didepan hidungnya, tapi opps 
"cewe secantik kamu ga pantes ngrokok " sergahmu mengambil alih rokok yang terjepit disela sela jariku 
,aku hanya nyengir mengamati dia yang sedang asik menikmati rokok rampasannya 
"bagi dong "!, itu tadi kan rokokku "

Aku tahu dari tempatmu duduk kau tak bosan bosannya memperhatikan aku 
"ken ,pinjem hpnya boleh ga"? Bisikmu ditelingaku
"nich "ku ulurkan ponselku 
"thanks " 
Hanya sebentar ponselku sudah berbalik lagi padaku


Tiga hari berikutnya
"mat pagi cantik " pagi juga " balasku menerka nerka siapa pengirimnya 

Oh kiranya raya curang rupanya pinjam hp kemarin hanya untuk mengetahui nomorku 
"aku tersenyum sendiri ,asyik juga cewe enerjik itu ,kesannya dingin tapi entahlah trasa ga rugi juga mengenalnya 


Waktulah yang membuatnya begitu
Tanpa aku sadari hari hari itu merekatkan kami
Aku menjelma bayangan raya
Dan raya adalah penjelmaanku 
Raya tong sampah menampung keluh kesahku 
Tempat teraman untuk membagi gundahku
Yang tak akan kulewati untuk menikmati tawaku ,aku slalu ingin membagi apapun yang kudapatkan dalam hidupku

Tak jauh beda raya denganku
Tergantung melekat menyatu

Ntahlah kapan disadari akan hadirnya 

Ini bukan lah hal biasa 
Sore itu membuatku melarikan diri ,kemarin aku masih bisa tertawa lucu mendengarnya
.tatkala raya mengucapkan kata "cemburu "ketika ada cowo menyenggolku 
"sekarang aku lebih cemburu melihat ada gadis menggelayut manja dilenganmu 
"dan yang membuatku ngilu ditempat itu pula kau menyadari gelagatku ,tanpa basa basi kau menciumku 

"Aku jatuh cinta padamu ken " 
)


"ken " panggilmu menyusut airmataku 
Aku mengerjap lemah ,wajah rupawan yang beberapa hari ini ku hindari 

(Aku rindu .pada candanya selama penyepianku
) 
"jangan pergi lagi yach "!!?
Sepi tanpa ceracaumu 

(Aku harus kembali menjadi apa buatmu "? )


("kenya"
Adakalanya sebuah hati tak siap untuk menerima kenyataan ,tapi inilah ,ntah pertanyaan ini kemana pantas ditujukan ?

Kenapa aku jatuh cinta padamu ,gadis ayu serupa sama wujudku 

Dan kenapa
Kau juga rasakan hal yang sama
Bukan kah kau juga tahu

Aku adalah kembang sejenismu
Yang mencoba bersanding dalam satu fas kehidupan 

Inikah cinta yang serupa ujian "?

Aku tak bisa menjawabnya kenya 

Yang kutahu aku tak sanggup menolak hadirnya



Bulan & Bintang 4-1-2011

2 komentar: