Sabtu, 08 Januari 2011

Kiranya Cinta Tak Bermata ( 4 )

"kembali ken "!

"maafkan aku ,! Aku terlalu emosi kemarin ,ketahuilah karna aku terlalu sayang padamu ,kembali ken !, I miss u "

Beberapa pesan raya yang beberapa hari ini diabaikan nya ,belum terlintas keingin membalas satu pesan pun dari raya

Namun wajah lembut itu tak pernah berhenti mengaduk aduk kegelisahan nya

Tiga malam itu seumpama ,sarana penguji
,tolak ukur seberapa berat arti perpisahan itu bagi mereka


"Ray ,disini aku megap megap hampir mati ,sakit dan terasa begitu nyeri seluruh hatiku


Tak bisa lagi kubohongi diriku tali ini telah begitu erat menjeratku,hingga membuatku tak pernah bisa melangkah jauh darimu

Kenangan itu tak henti hentinya meneriaki aku untuk kembali
Seperti dirimu yang tak akan pernah merelakan aku untuk pergi


Sebuah perasaan yang mengalikan lubang rindu terdalam menenggelamkan aku dalam kubangan harapan kemudian menimbunya dengan impian impian indah yang pernah kita rencanakan


"Ray , tak tahukah kau ,aku juga merindukan mu , teramat sangat


Haruskah aku kembali menuruti panggilan mu


Tak meneruskan langkah ini karna cegah mu

Tanpa kau minta semua itu
aku juga belum tentu mampu


Meninggalkan mu
Aku selalu ingin kembali padamu
Sama seperti kau menginginkan aku


"Lihatlah Ray "!
Telah kubanjari bantalku dengan isak ku

Aku seperti tak pernah puas untuk menangis

Aku selalu ingin menangis
Menangisimu
Menangisi aku
Menangisi cinta kita


Terlalu berat beban ini buatku
Sampai sampai aku tak yakin sanggup memikulnya diatas pundak ku


"Ray , hujan malam ini kalah deras dengan airmataku

Bahkan mendung tebal itu masih betah berlama lama mengelayuti hatiku

Gerimis kemudian menderas tangis begitulah seperti tak pernah bosan bosan nya

(Aku tak ingin kau menangis bersedih ,.......,..)

Nada dering yang sengaja kupasang

Mengagetkan aku membuyarkan lamunan ku

Raya
Nanar kupandangi nama yang tertera dilayar ponselku


Ragu ragu aku meraihnya
rindu itu lah yang tak sanggup mencegah ku untuk tidak menghiraukan nya kali ini


Aku kalah dalam pelarianku
Cinta dan perasaan inilah pemenangnya


"kenya " sebutnya dengan suara gemetar

"maafkan aku ! ,maafkan aku kenya "!

"gimana keadaan mu , kau dimana ? Biarkan sekarang aku menjemputmu " sergap mu tanpa jeda

Kelu lidahku sekedar menjawab panggilanmu

"kenya , kau dengar aku kan ?,kenapa diam bicaralah !,
Apa kau masih marah padaku "?
Berondongmu lagi


"kenya "
"yach, aku dengar ray " jawabku susah payah


"kembali yach,! Sepi tanda hadirmu , ku tunggu kau diberanda cinta rumah kita"


(Jadilah kau bintang hatiku ,terangilah seluruh jalan ku ,jangan kau letih mencintai aku , hingga di ujung usiaku
)

"tuch kan ,kau selalu membuatku tak tega meninggalmu
Ray"

Suara merdu mu bersenandung mengalun lembut ,memanggil ku untuk pulang


"ken ,aku punya lagu kebangsaan baru semenjak kepergian mu ?


"apa "?
"Aishiteru" hahaha
"dasar nakal " "sapa "?
"raya "
"bukan raya ,tapi kenya, gampang ngambek ,ninggalin aku sendirian"


Sungguh ray secepat itu mendung bergeser karna clotehan mu

"besok pulang yach "!
"emm" aku mengangguk angguk seoalah olah kau berada didekatku


(Cinta kan membawamu , kembali disini , menuai rindu, menghapus pedih , bawa serta dirimu ,dirimu yang dulu mencintaiku apa adanya )



Bulan & Bintang 8-1-2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar