Sabtu, 01 Januari 2011

Pengantin Kecilku ( 3 )

"ya, ampun loe masih berantakkan gitu "protes nadia tiba tiba sudah nylonong
Masuk kekamarku

"mang mau kemana"? Tanyaku masih menekuni buku yang kupegang

"loe ingat ga sich ,nich hari apa "?

"malam minggu "
"kita dah janjian ma irwan untuk ngedate kan"ucap nadia mengingatkan

Aku alihkan pandanganku ,kemakluk super cerewet yang sudah terlihat rapi seperti orang mau resepsi itu

"yang bikin janji kan loe bukan gw .nad "

"tapi ini untuk kalian berdua "

"gw ga pergi yach, malas "

"ga bisa ,loe jangan ngancurin muka gw ,dengan penolakan mu ,itu namanya ingkar janji mel "

"kok loe serius banget sich "? Protes pada kegigihan nadia tentang janji , sejak kapan dia tahu artinya janji itu ga boleh ingkar

"aku ga pergi ,salam buat irwan mu , bilang aja melati sibuk ,"

ga ada reaksi apapun dari si mulut bebek centil itu ,diam seperti kehabisan batre hening
Aku beringsut menepuk nepuk lembut pundaknya

"please, jangan marah yach, aku ga bermaksud ngancurin kariermu sebagai comblang ,mungkin belum reziki mu, dan mungkin juga sebenarnya irwan bukan soulmate ku yang kau temu kan "

Ada anggukan kecil serta kedipan mata bulat nadia ,seketika aku lega
Ga jadi bahan percobaan untuk proyek asal asalan

Ga ada pertemuan keinginan irwan dan harapan nadia berhenti hanya sebatas bayang
...............,


Enam bulan sejak insiden penolakan kencan malam minggu itu, nadia seperti trauma untuk berusaha mengenal kan teman teman nya padaku

Sebenarnya tidak ada yang salah pada diriku
Aku bukan tipe cewe yang anti cowo ,aku masih butuh figur laki laki
Aku hanya ingin menjalinnya hati hati dan biar ku temukan sendiri

Walau kadang nadia masih suka perpesan ,aku ga seleluasa dulu menemanimu ,aku udah ada Rio yang harus ku bagi perhatian dan waktunya dengan mu

Aku hanya mengangguk tanda maklum


Sejak nadia punya pacar otomatis aku lebih banyak menghabis waktu sendirian ,bosan jalan jalan aku memutuskan untuk cepat cepat pulang kerumah mencoba resep resep baru yang sengaja ku kumpulkan dari majalah

Tetap saja itu bukan hiburan yang menyenangkan
Karna hampir hampir itu itu saja yang ku kerjakan

Buku juga udah setumpuk yang ku lahap dalam seminggu

Jenuh ,dan entah tiba tiba aku merasa sendiri

Hampa kiranya mulai hadir menyelimuti ruang kamarku yang sunyi lebih lebih dikedalaman hatiku

Senyap



ANDRIES 02-1-2011

2 komentar:

  1. waduch...penasarn nich kak..akhir ceritanya gmn???

    BalasHapus
  2. tunggu beberapa hari lagi ya,,ini gi mikir endingnya hehehhe

    BalasHapus